balibercerita.com –
Kesemrawutan tiang dan kabel milik provider di wilayah Kuta Selatan kembali memicu kritik tajam. Selain merusak estetika kawasan pariwisata, kabel yang menjuntai dan tidak terawat dinilai sebagai bentuk kelalaian serius yang membahayakan keselamatan masyarakat. Kondisi tersebut bahkan telah berulang kali menimbulkan korban. Salah satu insiden cukup parah terjadi pada Senin (16/2), ketika seorang pengendara mengalami kecelakaan akibat tersangkut kabel wifi yang terjatuh.
Sorotan keras juga datang dari anggota DPRD Badung, Made Tomy Martana Putra. Ia menyayangkan kecelakaan yang menimpa pengendara di Jalan Raya Uluwatu, Pecatu, akibat kabel wifi yang jatuh. Korban dilaporkan mengalami luka berat di bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit oleh pihak keluarga.
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi peringatan bagi pemilik utilitas agar lebih bertanggung jawab terhadap keberadaan dan perawatan asetnya. Politisi muda asal Pecatu itu menegaskan, insiden semacam ini seharusnya tidak terjadi apabila provider menjalankan kewajiban pemeliharaan infrastruktur secara benar.
Ia menilai, kabel yang semrawut mencerminkan lemahnya pengawasan serta minimnya tanggung jawab perusahaan terhadap asetnya sendiri. “Ini bukan sekadar persoalan estetika, melainkan sudah menyangkut keselamatan jiwa. Provider tidak boleh abai. Jika kabel jatuh dan mencelakai warga, itu jelas bentuk kelalaian,” tegasnya pada Selasa (17/2).
Ia pun mendesak provider terkait segera memperbaiki kabel yang terputus serta melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan utilitas di lapangan. Menurutnya, banyak kabel dipasang tanpa penataan yang jelas dan terkesan dibiarkan meski telah rusak. “Jangan hanya berorientasi pada pelanggan dan keuntungan, tetapi mengabaikan keselamatan. Utilitas adalah aset perusahaan yang wajib dirawat dan diawasi secara berkala,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah tidak ragu menjatuhkan sanksi tegas kepada provider yang terbukti lalai. Penataan utilitas, kata dia, tidak akan efektif tanpa komitmen dan kepatuhan perusahaan. Apalagi persoalan ini sebelumnya telah dibahas di Kantor Kecamatan Kuta Selatan atas inisiasi Camat Kutsel, Ketut Gede Arta. Provider diharapkan aktif dan berkelanjutan menata jaringan utilitas agar tidak kembali memicu kecelakaan.
Sebagai Sekretaris DPD II Golkar Badung, ia turut mengapresiasi komitmen Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa dalam upaya penataan utilitas yang tengah berproses. Namun, ia menekankan langkah tersebut harus diimbangi keseriusan provider sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ruang publik. “Pemerintah sudah bergerak, tetapi provider juga harus patuh dan mendukung. Penataan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Jika tetap abai, perlu tindakan tegas demi keamanan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan agar kawasan Kuta Selatan sebagai destinasi pariwisata unggulan tetap aman, nyaman, dan tertata tanpa ancaman kabel utilitas yang semrawut. Peran provider dinilai penting, tidak hanya dalam menjaga kualitas layanan, tetapi juga memastikan instalasi jaringan tersusun rapi, aman, dan sesuai regulasi. Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, desa adat, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan infrastruktur yang tertib dan berkelanjutan, sehingga citra Kuta Selatan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia tetap terjaga. (BC5)


















