Bandara Ngurah Rai Jadi Tuan Rumah Pelatihan Keamanan Penerbangan Internasional ICAO

0
25
Bandara Ngurah Rai
Petugas Avsec saat memberikan arahan kepada penumpang. (ist)

balibercerita.com
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kembali menjadi pusat perhatian dunia penerbangan internasional. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) bersama organisasi penerbangan sipil dunia ICAO (International Civil Aviation Organization) dan Kementerian Perhubungan menggelar ICAO Aviation Security National Instructors Course di Bali pada 4–8 Mei 2026.

Pelatihan bertaraf internasional ini digelar untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan penerbangan sekaligus memperkuat standar keamanan bandara di kawasan Asia Pasifik. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang kolaborasi antarnegara dalam menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang.

Baca Juga:   Mobil Pasutri Hanyut Terseret Banjir di Kerobokan: Suami Selamat, Istri Meninggal

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati mengatakan, keamanan menjadi aspek krusial dalam operasional penerbangan, terlebih Bali merupakan salah satu destinasi wisata dunia dengan trafik penumpang mencapai lebih dari 24 juta orang per tahun. “Sebagai pintu gerbang udara Bali, dibutuhkan personel airport security dengan kemampuan berstandar internasional untuk memastikan keamanan bandara tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (12/5).

Menurutnya, pelatihan ini juga sejalan dengan implementasi program transformasi perusahaan, khususnya pada pilar people, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menghadirkan layanan bandara kelas dunia.

Baca Juga:   Nataru, Syarat Perjalanan Udara Kembali Diubah

Sebanyak 23 peserta dari berbagai negara anggota ICAO kawasan Asia Pasifik mengikuti pelatihan tersebut. Peserta berasal dari Indonesia sebanyak 11 orang, Vietnam 4 orang, Makau Republik Rakyat Tiongkok 4 orang, Timor Leste 2 orang, serta masing-masing 1 peserta dari Maladewa dan Kepulauan Solomon.

Para peserta yang merupakan personel Airport Security dari berbagai operator bandara internasional itu mendapatkan pelatihan teknis hingga kemampuan instruksional langsung dari instruktur ICAO. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu memperkuat sistem keamanan penerbangan di negara masing-masing sekaligus meningkatkan kualitas pelatihan keamanan sesuai standar internasional ICAO.

Baca Juga:   Jelang Tahun Baru, Penumpang Bandara Ngurah Rai Meningkat

Nugroho Jati menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia di ekosistem penerbangan global yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan profesionalisme. “Kami berharap kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara semakin kuat demi menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang,” ujarnya. (BC5)