balibercerita.com –
Video singkat adanya anak kecil yang bermain kubangan di pesisir Pantai Kuta mendapatkan atensi dari Pemerintah Kabupaten Badung. Video singkat yang diabadikan Instagram Bali.bercerita ditindaklanjuti kanal pengaduan kontak Bupati Badung. Menindaklanjuti laporan itu, pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta bersama Satpol PP, pihak kelurahan, dan kecamatan turun langsung melakukan pengecekan pada Senin (11/5).
Dari hasil pengecekan, kubangan yang berada di titik di depan Kantor Satgas Pantai Kuta bukan akibat pengerukan pasir, melainkan upaya pedagang setempat menahan abrasi sekaligus mengamankan jogging track. Kubangan juga telah hilang pada saat pemantauan petugas karena telah rata disapu ombak.
Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa menjelaskan, kubangan terbentuk karena pedagang membuat tanggul pasir di sekitar jogging track untuk mencegah kerusakan semakin parah. “Tadi kami sudah turun ke lapangan terkait pengaduan Bupati. Itu dikira ada yang mengambil pasir, padahal pedagang hanya menahan pasir supaya jogging track tidak jebol lagi,” ujarnya.
Menurut Arya, tanggul pasir tersebut tanpa sengaja menahan aliran air hingga membentuk kubangan yang kemudian viral di media sosial. Namun ia menegaskan kondisi itu bukan genangan permanen dan dipengaruhi karakter alami kawasan pesisir.
Meski sempat menjadi sorotan, pengelola DTW Pantai Kuta tidak memberikan sanksi kepada pedagang yang membuat tanggul pasir tersebut. Sebab, tindakan itu dinilai membantu menjaga fasilitas jogging track agar tidak cepat rusak akibat abrasi dan pergerakan pasir pantai. “Kalau sisi positifnya kan membantu. Kalau tidak dijaga pedagang untuk urug pasir, bisa-bisa jogging track keburu jebol lagi,” jelasnya.
Kendati demikian, pedagang tetap diberikan pembinaan agar penataan pasir dilakukan lebih rapi dan tidak lagi memicu genangan air yang menimbulkan keluhan masyarakat maupun wisatawan. “Sudah saya panggil pedagangnya. Kami kasih pemahaman kalau mau menambah pasir supaya dirapikan dan jangan sampai menimbulkan genangan seperti itu lagi,” katanya.
Kini area tersebut telah kembali normal. Pihak DTW juga memastikan akan terus memantau kondisi jogging track dan kawasan pesisir untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta. (BC5)


















