ABK Muda Hilang di Perairan Banyu Wedang, Tim SAR Kerahkan Pencarian Laut dan Bawah Air

0
8
Banyu Wedang
Tim SAR melakukan pencarian ABK yang hilang di perairan Banyu Wedang. (ist)

balibercerita.com –
Seorang anak buah kapal (ABK) Kapal Turmalin 384310 dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut di kawasan Pantai Pasir Putih, Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Hingga Selasa (30/6) sore, korban bernama Rafles Tafa Kusuma (17) belum berhasil ditemukan meski pencarian intensif telah dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Korban yang merupakan warga Jalan Murai, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, terakhir terlihat pada Senin (29/6) sekitar pukul 21.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rafles turun dari Kapal Turmalin 384310 menuju Pantai Pasir Putih Banyu Wedang menggunakan sebuah speed boat berwarna oranye.

Baca Juga:   Operasi Wira Waspada, Petugas Amankan Ratusan WNA Terindikasi Langgar Izin Tinggal

Saat itu korban disebut berada dalam pengaruh alkohol. Namun ketika hendak kembali ke kapal pada malam harinya, ia tidak kunjung tiba. Keesokan harinya, speed boat yang digunakannya ditemukan terdampar di pesisir pantai oleh warga, sementara keberadaan korban masih menjadi misteri. Setelah upaya pencarian awal oleh pihak kapal dan warga tidak membuahkan hasil, kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan laporan diterima pada Selasa pagi sekitar pukul 06.40 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Informasinya kami terima hari ini pada pukul 06.40 Wita dan segera diberangkatkan tujuh personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi kejadian,” ujarnya Rabu (1/7).

Baca Juga:   Bupati Adi Arnawa Sampaikan Sinyal Bakal "Gas" Infrastruktur

Pencarian pertama dimulai sekitar pukul 07.50 Wita dengan mengerahkan satu unit rubber boat untuk menyisir perairan sekitar lokasi. Setelah berlangsung selama kurang lebih 3 jam, korban belum ditemukan. Operasi kemudian dilanjutkan pada siang hari sekitar pukul 13.20 Wita dengan memperluas area pencarian. Tim SAR mengerahkan satu unit rubber boat yang diawaki enam personel serta satu unit sekoci kapal dengan empat personel.

Tim gabungan juga melakukan pencarian bawah air melalui metode snorkeling dan penyelaman. Dua personel penyelam turun hingga kedalaman sekitar 10 meter meski harus menghadapi kondisi jarak pandang yang sangat terbatas, hanya sekitar 2 meter. Di saat yang sama, tim darat menyisir sepanjang garis pantai untuk mencari kemungkinan keberadaan korban. Namun hingga pencarian berakhir pada hari itu, hasilnya masih nihil.

Baca Juga:   16 Februari, Penerbangan Internasional Kedua Bakal Mendarat di Bali

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, TNI AL, Polairud, KPLP Pos Pengamatan, Polsek Gerokgak, BPBD Buleleng, Satpol PP Gerokgak, Babinsa Pejarakan, Bhabinkamtibmas Gerokgak, serta rekan dan keluarga korban. Tim SAR berencana melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran guna menemukan keberadaan ABK muda tersebut. (BC5)