Mamah Oday, Srikandi Penjaga 900 Spesies Tanaman Obat Nusantara

0
287
Mamah Oday
Oday Kodariyah. (BC5)

balibercerita.com –
Di sebuah lahan seluas 4 hektare di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berdiri sebuah kawasan hijau yang dipenuhi beragam tanaman obat. Bukan sekadar kebun, tempat ini menjadi rumah bagi sekitar 900 spesies tanaman obat yang dirawat penuh cinta oleh seorang perempuan sederhana bernama Oday Kodariyah, atau yang lebih akrab disapa Mamah Oday.

Kecintaannya pada tanaman obat bukan datang begitu saja. Berawal dari sakit yang menimpanya setelah bekerja di bidang kimia, Mamah Oday divonis kanker. Alih-alih menyerah, ia memilih jalan berbeda, dengan menggali kembali kearifan lokal dan ilmu pengobatan tradisional yang diwariskan nenek moyang. Dari situlah perjalanan panjangnya dimulai, sebuah dedikasi yang kemudian mengubah hidupnya dan banyak orang di sekitarnya.

Baca Juga:   Ida Cokorda Pemecutan XI Tutup Usia

“Sejak sakit, saya jatuh cinta pada tanaman obat. Saya tidak ingin hanya mendengar kata orang. Saya merasakan sendiri manfaatnya, sehingga saya akan selalu bersyukur dan berbicara kepada tanaman yang menolong saya,” tutur Mamah Oday.

Perjuangan itu membuahkan pengakuan negara. Pada 2018, ia dianugerahi Kalpataru kategori Perintis Lingkungan. Tujuh tahun berselang, pada 2025, ia kembali menerima Kalpataru kategori Pelestari Lingkungan. Namun, bagi Mamah Oday, penghargaan hanyalah simbol. Yang lebih penting adalah tanggung jawab untuk terus menjaga kekayaan hayati Nusantara. “Penghargaan itu bukan akhir, tapi amanah. Saya harus mempertahankannya, karena ini kepercayaan dari negara,” ujarnya tegas.

Baca Juga:   Kuta Selatan Perketat Pengawasan Duktang Pascalibur Lebaran

Untuk mewujudkan visi besarnya, ia mendirikan Yayasan KTO Sari Alam, sebuah kawasan konservasi tanaman obat sekaligus hutan bambu. Di sini, ia tidak hanya melestarikan tanaman, tetapi juga membangun generasi baru dengan 900 anak telah ia kaderkan sebagai Duta KTO Sari Alam, yang belajar tentang manfaat tanaman obat dalam pencegahan dan pengobatan penyakit.

Kolaborasi pun ia bangun bersama berbagai pihak. Bersama Yayasan Kehati, kawasan ini berkembang menjadi Global Herbapreneur Academy, sebuah pusat pelatihan yang mengajarkan keterampilan berbasis tanaman obat kepada masyarakat luas. Pada tahun 2020, ia bahkan menginisiasi herbarium dan laboratorium herbal untuk pengobatan tradisional maupun klinis.

Baca Juga:   ATR/BPN dan KPK Perkuat Transformasi Layanan Pertanahan di Daerah

Cita-citanya sederhana namun besar: mempertahankan sumber daya genetik tanaman obat Indonesia. Baginya, negeri ini memiliki anugerah tak ternilai. “Kalau tidak salah, Indonesia nomor dua di dunia setelah Brazil dalam keanekaragaman tanaman obat. Tugas saya adalah menjaga agar semua ini tidak hilang,” katanya.

Bagi Mamah Oday, setiap langkah perjuangan penuh tantangan. Namun ia tidak gentar. Sebab di balik segala rintangan, ia percaya ada misi luhur yang harus terus dijalankan yakni menjaga warisan hayati ibu pertiwi untuk generasi mendatang. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini