Makotek, Tradisi Unik Sarat Makna dan Nilai Sejarah

0
575
Tradisi Makotek yang digelar di Munggu pada 20 November 2021. (BC17)
Tradisi Makotek yang digelar di Munggu pada 20 November 2021. (BC17)

Mangupura, balibercerita.com –
Tradisi Makotek menjadi salah satu warisan budaya yang terjaga dengan baik di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Tradisi warisan Bali kuno yang juga dikenal dengan nama Gerebeg ini digelar setiap hari raya Kuningan atau setiap 210 hari sekali.

Baca Juga:   Upaya Pengelola Bandara Ngurah Rai Fasilitasi Penumpang yang Terjebak Macet

Makotek sarat nilai sejarah sehingga tidak bisa dianggap sekadar hiburan rakyat. Makotek awalnya ditujukan sebagai penyambutan kedatangan prajurit Kerajaan Mengwi. Kala itu, Kerajaan Mengwi meraih kemenangan dalam peperangan melawan Kerajaan Blambangan di Pulau Jawa.

Baca Juga:   Patroli Dharma Dewata Jaring 62 WNA Bermasalah, Imigrasi Bali Tegaskan Komitmen Jaga Pariwisata dan Investasi

Zaman dahulu, Makotek menggunakan sarana tongkat besi. Namun, guna mengantisipasi peserta yang terluka maka pada tahun 1948 digantilah dengan tongkat dari kayu pulet, yang kulitnya telah dikupas dan menjadi halus dengan panjang 2 hingga 3,5 meter.

Baca Juga:   Maknyossss! Sensasi Pedas Kepiting Tol Bergoyang di Kampoeng Kepiting

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini