Beranda Budaya Makotek, Tradisi Unik Sarat Makna dan Nilai Sejarah

Makotek, Tradisi Unik Sarat Makna dan Nilai Sejarah

0
Tradisi Makotek yang digelar di Munggu pada 20 November 2021. (BC17)
Tradisi Makotek yang digelar di Munggu pada 20 November 2021. (BC17)

Mangupura, balibercerita.com –
Tradisi Makotek menjadi salah satu warisan budaya yang terjaga dengan baik di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Tradisi warisan Bali kuno yang juga dikenal dengan nama Gerebeg ini digelar setiap hari raya Kuningan atau setiap 210 hari sekali.

Baca Juga:   Meriahkan Peringatan Dies Natalis ke-44, Universitas Dwijendra Gelar Pergelaran Budaya Nusantara 

Makotek sarat nilai sejarah sehingga tidak bisa dianggap sekadar hiburan rakyat. Makotek awalnya ditujukan sebagai penyambutan kedatangan prajurit Kerajaan Mengwi. Kala itu, Kerajaan Mengwi meraih kemenangan dalam peperangan melawan Kerajaan Blambangan di Pulau Jawa.

Baca Juga:   Desa Pinge Tawarkan Sensasi Wisata Kehidupan Masyarakat Perdesaan

Zaman dahulu, Makotek menggunakan sarana tongkat besi. Namun, guna mengantisipasi peserta yang terluka maka pada tahun 1948 digantilah dengan tongkat dari kayu pulet, yang kulitnya telah dikupas dan menjadi halus dengan panjang 2 hingga 3,5 meter.

Baca Juga:   Pameran Lawatan Nusaraya, Awali Kolaborasi Pemkot Yogyakarta dan Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini