Bluebird dan Koptax Ngurah Rai Hadirkan 75 Taksi Listrik, Dukung Bali Zero Emission 2028

0
15
Bluebird
Andre Djokosoetono (kanan) bersama I Kadek Ari Sucitha. (BC5)

balibercerita.com –
Bali semakin serius menapaki era transportasi ramah lingkungan. Target Pemerintah Provinsi Bali menuju transportasi bebas emisi pada 2028 sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan mendapatkan dukungan dari kolaborasi strategis antara PT Blue Bird Tbk dan Koperasi Jasa Angkutan Taksi Ngurah Rai Bali (Koptax Ngurah Rai) yang menghadirkan 75 armada taksi listrik.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang mendorong penggunaan kendaraan bebas emisi di masa depan. Bluebird sendiri telah memiliki pengalaman panjang dalam mengoperasikan kendaraan listrik sejak 2019. Pengalaman tersebut mencakup seluruh aspek, mulai dari pengadaan kendaraan, perawatan, hingga operasional sehari-hari.

Oleh karena itu pihaknya siap untuk mendukung program pemerintah Bali menuju zero emission. “Target pemerintah adalah zero emission. Saat ini yang tersedia adalah kendaraan listrik, tetapi ke depan apa pun teknologinya yang bebas emisi akan kami kontribusikan dan jalankan untuk mendukung program tersebut,” katanya.

Baca Juga:   Pengawasan WNA di Bali Diperketat, Gubernur Koster Dukung Satgas Imigrasi Dharma Dewata

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Bluebird juga telah menyiapkan fasilitas pengisian daya di pool operasionalnya. Selain itu, perusahaan turut memanfaatkan keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang jumlahnya terus bertambah di Bali. Dengan bertambahnya armada bersama Koperasi Taksi Ngurah Rai, ekosistem kendaraan listrik diharapkan semakin kuat bertumbuh.

Andre menyebutkan, sesuai arahan pemerintah daerah, Bali menargetkan proses transisi kendaraan listrik selesai pada 2028. Saat ini Bluebird mengoperasikan sekitar 800 armada di Bali, dengan sekitar 100 unit diantaranya sudah menggunakan tenaga listrik.

“Pergantian armada dilakukan secara bertahap mengikuti masa pakai kendaraan. Di Bali rata-rata kendaraan kami digunakan sekitar lima setengah tahun sebelum diganti. Mulai sekarang, kendaraan baru yang masuk akan menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” ujarnya.

Secara keseluruhan, izin armada taksi di Bali mencapai sekitar 3.500 unit. Bluebird optimistis proses transformasi menuju kendaraan listrik dapat berjalan sesuai target. Andre juga menegaskan bahwa seluruh armada yang bergabung dalam program Kawan Bluebird akan mendapatkan standar layanan yang sama dengan armada Bluebird reguler.

Baca Juga:   Mulai 23 September, Tarif Parkir Bandara Ngurah Rai Naik

“Semua kendaraan yang bergabung dengan logo Bluebird dan Ngurah Rai akan menggunakan sistem yang sama. Jika pemesanan berasal dari bandara, maka yang menerima adalah armada bandara. Jika di luar bandara, maka kendaraan terdekat yang akan mendapatkan order. Tidak ada perbedaan tarif maupun standar pelayanan. Semua direkrut dan dirawat dengan standar yang sama,” katanya.

Ia menambahkan, Bluebird membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak ke depan. Namun, saat ini fokus utama perusahaan adalah memperkuat sinergi bersama Koptax Ngurah Rai sebagai mitra pertama dalam program tersebut.

Sementara itu, Ketua Koptax Ngurah Rai Bali, I Kadek Ari Sucitha mengungkapkan bahwa keputusan bermitra dengan Bluebird didasarkan pada pengalaman dan sistem operasional yang telah teruji selama puluhan tahun. “Ngurah Rai yang memilih Bluebird. Anggota kami sebenarnya mampu membeli mobil listrik, tetapi untuk membangun aplikasi dan sistem teknologi tentu tidak mudah. Karena itu kami memilih berkolaborasi dengan Bluebird. Kendaraannya milik Ngurah Rai, sementara aplikasi dan sistem operasional sepenuhnya dikelola Bluebird,” jelasnya.

Baca Juga:   Aliansi Masyarakat Peduli Bali Bahas Kebijakan Penyesuaian Harga BBM Subsidi

Dalam tahap awal, sebanyak 75 armada listrik mulai dioperasikan. Sebanyak 25 unit melayani kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, sedangkan 50 unit lainnya beroperasi di luar bandara dan wilayah perkotaan. Kolaborasi tersebut juga menjadi upaya menghadirkan transportasi yang lebih tertib, aman, dan memiliki identitas yang jelas di tengah maraknya kendaraan online yang tidak berizin.

“Kami punya komitmen menghadirkan transportasi yang bertanggung jawab kepada masyarakat. Dengan mengikuti SOP Bluebird, layanan menjadi lebih terjamin, aman, dan disiplin. Yang menarik adalah isu kepercayaan atau trust yang selama ini dibangun Bluebird,” ujarnya.

Selain faktor pelayanan, Koptax Ngurah Rai juga mempertimbangkan kesiapan Bluebird dalam mendukung operasional kendaraan listrik, termasuk aspek perawatan dan ketersediaan suku cadang. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat transformasi transportasi ramah lingkungan di Bali, tetapi juga menghadirkan layanan taksi yang lebih profesional, aman, dan terpercaya bagi masyarakat maupun wisatawan. (BC5)