Maria Londa Bidik Emas Asian Games 2026, Siap Tantang Dominasi Asia di Nomor Lompat Jangkit

0
1
Maria Londa
Maria Londa berfoto bersama kontingan Badung. (ist)

balibercerita.com –
Nama Maria Natalia Londa tak bisa dipisahkan dari sejarah prestasi atletik Indonesia di ajang Asian Games. Atlet Olympian yang lahir dan besar di Bali itu pernah mengharumkan nama bangsa setelah meraih medali emas nomor lompat jauh putri pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Kini, menjelang Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, Maria kembali mempersiapkan diri untuk membela Merah Putih. Atlet berusia 35 tahun itu masih menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang dipusatkan di Bali dan berharap mendapat kesempatan kembali memperkuat tim Indonesia.

“Mohon doa agar saya bisa menjadi salah satu atlet yang memperkuat tim Indonesia di Asian Games 2026. Semoga proses latihan hingga pertandingan nanti berjalan lancar dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar Maria.

Baca Juga:   Pertamina Hadirkan Ruang Kreatif dan Sportif untuk Mahasiswa Lewat PGTC 2026 di ITB

Bagi Maria, target yang dipasang tidak tanggung-tanggung. Peraih emas Asian Games itu menegaskan bahwa setiap atlet berlatih untuk menjadi juara, bukan sekadar menjadi peserta. “Target saya tentu meraih medali emas. Sebagai atlet, saya berlatih untuk menjadi pemenang, bukan hanya menjadi peserta. Dengan latihan dan proses yang terus dijalani, saya ingin memperbaiki catatan prestasi yang ada,” tegasnya.

Menariknya, pada Asian Games mendatang Maria berpotensi tampil di nomor yang berbeda dari sebelumnya. Jika selama ini dikenal sebagai andalan Indonesia di nomor lompat jauh, kini fokusnya mulai bergeser ke nomor lompat jangkit (triple jump).

Perubahan itu bukan tanpa alasan. Setelah berhasil meraih medali emas pada SEA Games dan melihat perkembangan performanya, tim pelatih menilai peluang Maria lebih terbuka di nomor lompat jangkit. Catatan terbaiknya saat ini mencapai 13,85 meter, sebuah capaian yang menempatkannya dalam jajaran lima besar atlet Asia.

Baca Juga:   GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika: Jadwal, Harga Tiket, dan Keseruan Pit Walk GT3 Kelas Dunia

“Pada Asian Games sebelumnya saya selalu turun di nomor lompat jauh. Namun setelah melihat hasil dan perkembangan prestasi di nomor lompat jangkit, pelatih melakukan analisis dan akhirnya menyetujui saya fokus di nomor tersebut untuk Asian Games mendatang,” jelasnya.

Maria mengungkapkan, persaingan di nomor lompat jangkit Asia memang tidak mudah. Saat ini catatan terbaik Asia berada di angka 14,03 meter yang dibukukan atlet Uzbekistan, sementara peringkat kedua hingga keempat ditempati atlet-atlet asal Tiongkok.

Baca Juga:   Red Bull Cliff Diving World Series, 24 Atlet Dunia Siap Taklukkan Tebing Broken Beach Nusa Penida

Meski demikian, hal tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi dirinya untuk terus meningkatkan performa dan memangkas selisih jarak lompatan. “Saya masih terus berproses dan memperbaiki catatan lompatan. Semoga semuanya berjalan lancar dan saya bisa memberikan kontribusi medali untuk Indonesia,” katanya.

Dengan pengalaman sebagai juara Asian Games dan tekad untuk kembali bersaing di level tertinggi Asia, Maria berharap dukungan serta doa masyarakat Indonesia dapat menjadi energi tambahan dalam perjuangannya menuju Aichi-Nagoya 2026. “Mohon doa agar proses latihan sampai pertandingan nanti berjalan lancar, saya bisa masuk tim nasional, dan mampu memberikan hasil terbaik serta menambah pundi-pundi medali bagi Indonesia,” pungkasnya. (BC5)