balibercerita.com –
Gelaran Red Bull Cliff Diving World Series di Bali tak hanya menjadi ajang olahraga ekstrem kelas dunia, tetapi juga momentum memperkenalkan potensi wisata bahari Indonesia ke mata internasional. Untuk mendukung event tersebut, TNI Angkatan Laut menyiapkan pengamanan dan dukungan besar-besaran di kawasan Selat Badung.
Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral), Albertus Agung Priyo Suseno mengatakan dukungan penuh TNI AL dalam event ini merupakan bagian dari komitmen mempromosikan wisata bahari Indonesia. “Kegiatan ini didukung penuh oleh KSAL. Ini merupakan komitmen dari TNI AL untuk mendukung promosi wisata bahari,” ujarnya, Rabu (20/5) di Sanur.
Menurutnya, lokasi perlombaan yang berada di Selat Badung memiliki panorama laut yang indah, namun juga menyimpan tantangan alam yang cukup ekstrem karena langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. “Lokasi di Selat Badung berhadapan langsung dengan samudra. Gelombangnya tinggi, arus kuat, ombak relatif besar,” katanya.
Kondisi tersebut membuat faktor keselamatan menjadi prioritas utama, baik bagi atlet, panitia, maupun penonton yang menyaksikan perlombaan dari area laut. “Sangat riskan bagi peserta, panitia maupun penonton. Keselamatan atlet atau peserta harus diutamakan,” tegasnya.
Untuk memastikan event berjalan aman, TNI AL mengerahkan berbagai unsur pengamanan laut dan evakuasi medis. Di antaranya KRI Surabaya, dua helikopter, delapan sekoci karet, empat raft, pasukan katak, hingga tim penyelam yang akan bekerja sama dengan pihak Red Bull.
Seluruh personel dan armada tersebut akan difokuskan untuk menjaga keamanan area perlombaan sekaligus mengantisipasi kemungkinan situasi darurat di lapangan. “Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi di lapangan. Namun kita siapkan antisipasi evakuasi medis. Helikopter disiapkan agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Selain mengawal keselamatan atlet saat melakukan lompatan dari tebing, tim gabungan juga akan mengamankan area penonton agar tetap berada di zona aman dari titik pendaratan atlet.
Terpisah, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Made Anggia Widana menyampaikan bahwa perhelatan Red Bull Cliff Diving di Nusa Penida mencerminkan masa depan Bali yang mendorong desentralisasi potensi ekosistem dan ekonomi kreatif sehingga manfaat dari ajang berskala internasional dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh penjuru pulau.
Pemerintah Provinsi Bali mendukung penyelenggaraan ajang berskala internasional seperti Red Bull Cliff Diving World Series di Bali. Penyelenggaraan Red Bull Cliff Diving di Nusa Penida menjadi simbol bagaimana Bali terus berkembang dengan menghadirkan atraksi menarik dan pengalaman baru bertaraf internasional.
“Sports tourism ini menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata kami untuk menghadirkan pariwisata yang lebih berkualitas. Konsep ini terus didorong pemerintah untuk menyebarkan daya tarik wisata agar tidak terpusat di Bali Selatan. Keunikan geografis Pulau Bali juga menyimpan potensi sport tourism yang sangat menjanjikan di luar kawasan Bali Selatan yang selama ini lebih dikenal wisatawan,” katanya. (BC5)


















