balibercerita.com –
Para atlet Kabupaten Badung yang berhasil meraih medali dalam Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 masih harus menunggu pencairan bonus yang dijanjikan pemerintah daerah. Hingga November 2026, apresiasi bagi para atlet tersebut belum terealisasi karena masih dalam proses penyesuaian anggaran.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana membenarkan bahwa bonus bagi peraih medali belum dibayarkan. Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut terjadi karena anggaran yang sebelumnya direncanakan dalam APBD induk dialihkan ke APBD perubahan.
“Saat ini sedang berproses pencairan, karena ada pergeseran yang awalnya di APBD induk digeser ke APBD perubahan,” ungkap Dwipayana dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Badung, Selasa (3/11).
Menurutnya, penyesuaian anggaran diperlukan karena jumlah medali yang berhasil dikumpulkan kontingen Badung ternyata melampaui perkiraan awal. Meski terjadi pergeseran alokasi, ia memastikan ketersediaan anggaran untuk pemberian bonus tetap mencukupi.
“Ini karena kami tidak bisa memprediksi berapa perolehan pasti medali, seperti halnya medali emas yang diprediksi 2 medali ternyata lebih sehingga ada pergeseran, jadi anggarannya cukup,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa telah menetapkan besaran bonus sebagai penghargaan atas capaian atlet. Peraih medali emas dijanjikan menerima Rp7 juta, medali perak Rp5,5 juta, sedangkan peraih medali perunggu mendapatkan Rp4,5 juta.
Bonus tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan atlet muda yang membawa nama Badung dalam kompetisi olahraga pelajar tingkat provinsi. Porjar Bali 2026 sendiri berlangsung pada 5–10 Juni 2026 di Kota Denpasar.
Dalam ajang tersebut, Badung mengirimkan kontingen sebanyak 1.707 orang. Rinciannya terdiri dari 1.441 atlet serta 266 pelatih dan pembina yang mengikuti 39 cabang olahraga resmi dan tiga cabang olahraga eksebisi. (BC9)

















