Beranda Budaya Perkuat Wisata Budaya, Museum Yadnya Diminta Tampilkan Hal Unik

Perkuat Wisata Budaya, Museum Yadnya Diminta Tampilkan Hal Unik

0
Museum Yadnya
Sejumlah siswa mengunjungi Museum Yadnya. (BC9)

balibercerita.com –
Pengembangan Museum Yadnya yang berada di sebelah barat Pura Taman Ayun, Mengwi, Kabupaten Badung, dinilai perlu mendapat perhatian lebih. Selain menjadi sarana edukasi budaya, keberadaan museum ini diharapkan mampu mendukung promosi kebudayaan Badung kepada wisatawan.

Raja Mengwi, Ida Cokorda Mengwi XIII mendorong pengelola museum bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung untuk melakukan berbagai terobosan agar semakin banyak wisatawan tertarik berkunjung. “Kita berharap adanya museum bisa menunjang wisatawan. Bahkan perlu adanya terobosan-terobosan agar menarik wisatawan,” ujarnya.

Menurutnya, Museum Yadnya sebaiknya dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan mancanegara, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran budaya bagi masyarakat lokal. Pengembangan kawasan budaya dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan sekaligus menjaga tradisi yang ada di Badung, khususnya berkaitan dengan pelaksanaan upacara yadnya.

Baca Juga:   Sekda Adi Arnawa Buka Lokasabha I Pasemetonan Dukuh di Kabupaten Badung

“Museum itu harus ada, museum ogoh-ogoh, museum subak, museum yadnya. Karena museum tidak hanya untuk wisatawan, untuk kita pun sangat bermanfaat untuk pembelajaran pada diri kita,” ungkap Cokorda Mengwi.

Ia juga berharap Museum Yadnya dapat terintegrasi dengan Daya Tarik Wisata (DTW) Taman Ayun. Meski demikian, ia menyadari bahwa keputusan wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat tidak dapat sepenuhnya diarahkan sesuai keinginan pengelola.

“Harapan saya begitu, tapi kita mengatur wisatawan itu kan tidak bisa seperti maunya kita. Apa dia harus ke sana (Museum Yadnya) sebelum ke Taman Ayun, atau ke sana kemari. Namun kita harus bisa memberikan sesuatu yang unik agar wisatawan itu tertarik,” paparnya.

Baca Juga:   Lama Tinggal Wisatawan di Nusa Dua Naik Jadi 2,87 Malam

Di sisi lain, pengembangan Museum Yadnya masih menghadapi sejumlah kendala. Museum yang dibangun pada 2025 tersebut dinilai belum beroperasi secara maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarana. Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung selaku instansi pengampu kini tengah mengupayakan pembenahan, termasuk menyiapkan konsep penyajian koleksi yang lebih menarik.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana mengatakan, proses kurasi tengah dilakukan untuk melengkapi kebutuhan museum. Setelah pembangunan fisik, pemerintah daerah kini berfokus pada penataan dan penyajian materi agar museum dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.

“Renovasi tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi Museum Yadnya sebagai pusat edukasi dan informasi kebudayaan Bali,” ujarnya.

Baca Juga:   Puspa Negara Apresiasi Kenaikan Dana Ogoh-ogoh di Badung Jadi Rp40 Juta per Sekaa Teruna Mulai 2026

Untuk mendukung rencana tersebut, Disbud Badung telah melakukan studi tiru ke sejumlah museum sebagai referensi dalam menyusun tata kelola dan menata koleksi. Proses ini masih berlangsung guna mendapatkan acuan yang sesuai bagi pengembangan Museum Yadnya.

Meski pembenahan belum sepenuhnya rampung, museum tersebut telah dibuka untuk umum dan dikunjungi wisatawan maupun kalangan pelajar. “Pemanfaatan Museum Yadnya sama seperti museum pada umumnya, kita sudah melakukan studi tiru ke museum lain. Kita berharap di Museum Yadnya ada hal baru yang ditampilkan. Namun kita akui masih banyak yang kurang dari sarana dan prasarananya,” paparnya. (BC9)