Jangan Terkecoh Istilah Emas Kadar Muda dan Kadar Tua, Ini Penjelasannya

0
14
Emas
Reindy saat menunjukkan emas produk The Palace. (BC5)

balibercerita.com –
Masih banyak masyarakat yang memilih perhiasan emas berdasarkan istilah “kadar tua” dan “kadar muda” tanpa benar-benar memahami kandungan emas yang ada di dalamnya. Padahal, menurut The Palace Jeweler, yang terpenting bagi konsumen adalah mengetahui persentase kadar emas secara jelas sebelum membeli.

Area Manager The Palace Jeweler, Reindy mengatakan, istilah kadar muda dan kadar tua sejatinya hanya istilah yang populer di masyarakat. Dalam industri perhiasan, setiap produk emas memiliki kadar atau persentase kandungan emas yang dapat diukur secara pasti. “Kalau di pasaran orang tahunya kadar muda dan kadar tua. Sebenarnya tidak ada istilah itu. Yang ada adalah kadar emas atau persentase kandungan emasnya,” ujar Reindy.

Ia menjelaskan, produk yang paling banyak diminati di The Palace Jeweler adalah emas 24 karat dengan kadar mendekati 99,98 persen dan emas 18 karat dengan kandungan emas 75 persen. Namun pihaknya juga menyediakan pilihan emas dengan kadar lebih rendah untuk menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan konsumen.

Baca Juga:   KUR BRI Bantu Pelaku Usaha Pemindangan di Kusamba Tingkatkan Produksi dan Perluas Usaha

“Kalau konsumen memang mencari emas 9 karat atau kadar lainnya, kami juga sediakan. Yang penting konsumen tahu berapa persentase kandungan emas yang dibelinya,” katanya.

Menurut Reindy, salah satu kesalahpahaman yang masih sering terjadi adalah anggapan bahwa emas 17 karat memiliki kadar 75 persen. Padahal kalau dihitung secara matematis, 17 dibagi 24 hasilnya sekitar 70 persen, bukan 75 persen. Oleh karena itu ia selalu menyarankan konsumen untuk menanyakan persentase kadarnya secara langsung.

General Manager The Palace Jeweler, Jelita Setifa mengakui industri perhiasan emas kerap dianggap rumit oleh masyarakat awam. Padahal, menurutnya, konsep dasar kadar emas sebenarnya cukup mudah dipahami. Perhiasan emas itu sebenarnya sangat mudah dipelajari karena semua sudah ada standarnya. Yang perlu diketahui adalah berapa kandungan emasnya.

Baca Juga:   The Big Bounce Bali Diharapkan Geliatkan Kawasan Nusa Dua di Masa Low Season

Ia menjelaskan bahwa emas dengan kadar tertinggi yang umum dikenal adalah logam mulia 99,99 persen. Kandungan tersebut tidak mencapai 100 persen karena tetap memerlukan unsur mineral lain agar logam menjadi lebih kuat dan dapat dibentuk. “Kalau 24 karat, kandungan emasnya minimal 99 persen. Kalau 18 karat berarti kandungan emasnya 75 persen. Sisanya adalah campuran mineral lain,” katanya.

Jelita menegaskan bahwa perbedaan kadar emas tidak berarti menunjukkan kualitas yang lebih baik atau lebih buruk. Perbedaan utamanya terletak pada jumlah kandungan emas dan harga jualnya. “Kalau 75 persen kandungan emasnya lebih banyak, sedangkan 37,5 persen lebih rendah. Tapi bukan berarti kualitasnya buruk. Keduanya tetap emas dan sama-sama bisa dijual kembali,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa warna emas tidak menentukan kadar emas. Warna putih, kuning, maupun rose gold terbentuk dari campuran logam lain yang digunakan dalam proses pembuatan perhiasan. Apabila menginginkan warna putih maka kandungan perak yang lebih banyak. Kalau rose gold maka campuran tembaganya yang lebih tinggi. Selama kadar emas dasarnya sama maka kandungan emasnya tetap sama meskipun warnanya berbeda.

Baca Juga:   Jelang Pujawali Pura Uluwatu, Desa Adat Pecatu Siapkan Besek dan Air Minum Isi Ulang untuk Kurangi Sampah Plastik

Menurut Jelita, pilihan kadar emas pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan dan kebutuhan masing-masing konsumen. Yang membedakan sebenarnya isi kantong saja. Kalau 24 karat dirasa terlalu mahal, konsumen bisa memilih 18 karat atau kadar lainnya yang sesuai anggaran. Yang penting tetap memahami kadar emas yang dibeli.

Melalui edukasi tersebut, The Palace Jeweler berharap masyarakat semakin memahami karakteristik perhiasan emas dan dapat membeli produk sesuai kebutuhan, tanpa hanya berpatokan pada istilah kadar muda atau kadar tua yang selama ini beredar di pasaran. (BC5)