Di Tengah Gejolak Global, BBTF 2026 Raup Potensi Transaksi Rp6,9 Triliun

0
3
BBTF
Gubernur Koster saat meninjau BBTF 2026. (ist)

balibercerita.com –
Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global tidak menyurutkan minat pasar internasional terhadap pariwisata Indonesia. Hal itu tercermin dari capaian Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang berhasil membukukan potensi transaksi sebesar Rp6,9 triliun selama tiga hari penyelenggaraan di Nusa Dua, Bali.

Chairman BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, mengaku capaian tersebut melampaui ekspektasi panitia. Bahkan, target transaksi tahun ini sempat dipatok lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya karena buyer yang diundang didominasi pasar jarak dekat (short-haul market). “Sebenarnya target tahun ini mengalami penurunan karena buyer yang kita undang lebih banyak berasal dari pasar short-haul. Namun dengan potensi transaksi mencapai Rp6,9 triliun, hasil ini sangat luar biasa dan berada di atas ekspektasi kami, apalagi di tengah situasi global seperti saat ini,” ujarnya.

Baca Juga:   Wakil Ketua I DPRD Badung Hadiri Macaru dan Peresmian Gedung Serbaguna Saraswati di Kerobokan

Menurut Winastra, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa produk dan destinasi wisata Indonesia masih memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Di tengah perlambatan ekonomi dunia dan berbagai dinamika geopolitik, pelaku industri pariwisata tetap mampu menjalin kerja sama bisnis yang menjanjikan.

Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan BBTF tidak semata-mata diukur dari nilai transaksi. Yang lebih penting adalah terbentuknya relasi bisnis baru antara seller dan buyer yang berpotensi mendatangkan wisatawan ke Indonesia dalam jangka panjang. “Meskipun ini hasil yang membesarkan hati, nilai transaksi saja tidak sepenuhnya menggambarkan keberhasilan travel fair ini,” tegasnya.

Baca Juga:   Spirit Persatuan Catur Lawa Menggema di Panyineban Pujawali Pura Catur Lawa Ida Ratu Dukuh Sakti

Dari sisi pasar, kerja sama terbanyak tercatat berasal dari kawasan Asia dan Australia. Selain itu, BBTF 2026 juga mulai menarik perhatian pasar nontradisional, termasuk buyer dari Afrika Selatan yang datang untuk menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku industri pariwisata Indonesia.

Winastra mengatakan para buyer tersebut melihat Bali masih memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata dunia. Faktor keamanan serta citra positif Bali menjadi alasan utama tingginya minat mereka. “Mereka sangat kagum. Mereka melihat Bali tetap menjadi destinasi yang aman dan menarik untuk dikunjungi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menilai BBTF telah berkembang menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia secara keseluruhan, bukan hanya Bali. Berbagai destinasi dari sejumlah daerah seperti NTB, Belitung, Jakarta, Manado hingga desa-desa wisata turut dipromosikan kepada buyer internasional. “Kegiatan seperti ini memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan kelas dunia. Paket-paket wisata yang ditawarkan juga sangat beragam dan menarik,” ujarnya.

Baca Juga:   Penutupan Ngerobok, Sekda Badung Ajak Sekaa Teruna Junjung Tinggi Budaya Bali

Apresiasi juga datang dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia menilai BBTF menjadi salah satu instrumen efektif untuk memperluas promosi pariwisata Bali dan Indonesia ke pasar global. “Ke depan saya akan mendorong BBTF agar semakin besar cakupannya, lebih kaya kontennya, lebih berkualitas penyelenggaraannya, dan saya akan memberikan dukungan penuh,” tegasnya. (BC5)