Kriminalitas Mulai Usik Pariwisata, Bupati Badung Hidupkan Kembali Peran Pengamanan Berbasis Masyarakat

0
7
Badung
I Wayan Adi Arnawa. (ist)

balibercerita.com –
Meningkatnya aksi penjambretan dan gangguan keamanan di sejumlah kawasan wisata Badung menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan tidak ingin citra Bali sebagai destinasi wisata dunia tercoreng akibat maraknya kriminalitas yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Badung akan memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat dan desa adat melalui pengaktifan kembali peran pecalang, Bankamda (Badan Keamanan Desa Adat), hingga ronda siskamling di berbagai wilayah.

Menurut Adi Arnawa, keamanan merupakan fondasi utama pariwisata. Ketika wisatawan merasa tidak aman, kepercayaan terhadap destinasi akan menurun dan berdampak langsung pada sektor ekonomi yang selama ini menjadi tulang punggung Badung.

“Saya lihat di media sosial sudah mulai sering muncul kasus penjambretan. Bahkan ada wisatawan yang dijambret saat berada di traffic light di Kuta. Ini tentu merusak citra pariwisata kita. Karena itu saya mengajak seluruh komponen untuk mulai membangkitkan kembali ronda siskamling dan Bankamda,” ujarnya.

Baca Juga:   Musim Hujan Mulai Dekat, Pantai Kuta Mulai Diserbu Sampah Kiriman

Bupati mengaku prihatin melihat sejumlah aksi kriminalitas yang terjadi secara terang-terangan di jalan raya. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh dianggap biasa karena dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap Bali di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia bahkan mengingatkan agar Bali tidak mengalami kondisi seperti sejumlah kota besar dunia yang mulai menghadapi persoalan keamanan serius terhadap wisatawan. “Jangan sampai Bali berubah menjadi tempat yang membuat wisatawan merasa waswas. Kita tidak ingin itu terjadi. Badung adalah daerah tourism, sehingga rasa aman dan nyaman harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Selain mengaktifkan kembali pengamanan berbasis adat, Pemkab Badung juga tengah mempercepat program Badung Terang melalui penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU). Program ini menjadi salah satu strategi untuk menekan potensi tindak kriminal yang kerap terjadi di ruas jalan dengan penerangan minim. “Memang masih ada wilayah yang belum terjangkau penerangan secara maksimal. Karena itu kami sedang menyiapkan program Badung Terang dan mengkaji berbagai skema percepatan, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga,” kata Adi Arnawa.

Baca Juga:   Kreativitas Olah Limbah Upacara Jadi Pakan Ternak dan Ikan Berbuah Penghargaan

Menurutnya, keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Keterlibatan desa adat, pecalang, pemerintah desa, hingga masyarakat menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif. Ia menilai patroli rutin yang dilakukan pecalang dan Bankamda akan menjadi benteng awal untuk mencegah tindak kriminal sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan.

“Kalau ada pemantauan dan pengawasan secara rutin, tentu rasa aman akan tumbuh. Kalau keamanan terjaga, kepercayaan wisatawan kepada Bali dan Badung juga akan tetap terjaga,” katanya.

Baca Juga:   Tingkat Kecelakaan Tinggi, Perlu Evaluasi Jalur Rawan dan Pengawasan Kendaraan Angkut

Adi Arnawa juga mengibaratkan perkembangan pariwisata sebagai gula yang mengundang banyak semut. Semakin ramai wisatawan dan investasi yang masuk, semakin besar pula potensi munculnya pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dengan cara melanggar hukum. Karena itu, ia meminta seluruh komponen masyarakat tidak lengah dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah.

Menurutnya, keberhasilan Badung sebagai destinasi wisata dunia tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam dan fasilitas pariwisata, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban. “Tanpa dukungan semua komponen dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah, pariwisata tidak akan berkembang optimal. Karena itu mari kita jaga Badung agar tetap aman, nyaman, dan menjadi destinasi yang dipercaya wisatawan dunia,” pungkasnya. (BC5)