balibercerita.com –
Kawasan pariwisata The Nusa Dua menunjukkan performa positif di tengah periode low season. Tingkat okupansi tercatat tetap stabil, bahkan cenderung meningkat berkat kontribusi wisatawan domestik dan mancanegara. Dengan tren positif ini, pihak pengelola optimistis performa pariwisata di The Nusa Dua akan terus menguat dalam beberapa bulan ke depan.
General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika mengungkapkan bahwa tingkat hunian selama libur panjang kemarin berada di kisaran 68 hingga 69 persen. Angka tersebut dinilai cukup baik mengingat saat ini masih masuk periode sepi kunjungan. “Ini angka yang cukup bagus untuk ukuran low season yang masih berlangsung saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tren kunjungan diperkirakan akan mulai meningkat sejak April dan terus menguat menjelang periode puncak kunjungan pada Mei mendatang. Momentum libur Lebaran juga turut memberikan kontribusi signifikan, khususnya dari wisatawan domestik. “Pasar domestik cukup membantu saat libur Lebaran kemarin, di samping wisatawan internasional yang tetap mendominasi,” imbuhnya.
Untuk pekan ini, khususnya menjelang libur Jumat Agung, okupansi diproyeksikan mencapai sekitar 70 persen. Peningkatan ini sejalan dengan mulai bergeraknya pasar wisata di awal kuartal kedua.
Menariknya, kondisi geopolitik global justru memberikan dampak positif bagi Bali. Sejumlah wisatawan mancanegara, terutama dari Australia, disebut mengalihkan rencana perjalanan mereka ke Bali. “Meskipun ada konflik di beberapa negara, justru mengalihkan tujuan wisatawan ke Bali. Dari sekitar 300 ribu wisatawan Australia yang biasanya ke Eropa, sebagian memilih Bali,” jelasnya.
Sementara itu, daya tarik destinasi unggulan seperti Water Blow di kawasan The Nusa Dua juga terus mengalami peningkatan kunjungan. Pada hari biasa, jumlah wisatawan yang datang mencapai sekitar 1.000 orang per hari, dan meningkat lebih tinggi saat akhir pekan maupun libur nasional. (BC5)















