Implementasi Smart Lighting di The Nusa Dua Ditarget Rampung dalam Dua Tahun

0
182
Smart lighting
Made Agus Dwiatmika. (ist)

balibercerita.com –
Penerapan teknologi pencahayaan pintar (smart lighting) di kawasan The Nusa Dua akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan uji coba di beberapa zona untuk kemudian dievaluasi hasilnya. Awal tahun mendatang, diharapkan sudah ada milestone yang jelas mengenai pelaksanaan program ini.

General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika menjelaskan bahwa penerapan sistem baru ini dilakukan secara bertahap agar hasilnya optimal dan sesuai dengan karakter kawasan. “Kita uji coba dulu, kemudian dievaluasi per zona. Tahapan beautifikasi juga dilakukan sesuai usulan dan kemampuan. Paling tidak, dua tahun dari sekarang sistem ini sudah berjalan penuh,” ujarnya.

Baca Juga:   InJourney Group Gaungkan Semangat Kemerdekaan Lewat Inovasi Pariwisata di Seluruh Nusantara

Sebagai langkah awal, ITDC akan menggelar diskusi teknis selama satu hingga dua bulan ke depan untuk menyusun peta jalan proyek (milestone) yang jelas seperti apa pelaksanaannya. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan para ahli untuk memastikan penerapan teknologi ini sesuai dengan karakter dan kebutuhan kawasan, dengan tetap menjaga kenyamanan wisatawan, masyarakat, dan karyawan, serta memudahkan kontrol di lapangan.

Saat ini, sistem pencahayaan di The Nusa Dua masih menggunakan teknologi lama yang dibangun sejak kawasan itu berdiri pada 1973. Karena itu, pembaruan sistem menjadi langkah penting untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi pencahayaan terkini.

Baca Juga:   Chef Syrco Bakker Raih Penghargaan Dunia, Syrco BASÈ Hadirkan Pure BASÈ untuk Membumikan Fine Dining di Ubud

“Teknologi pencahayaan terus berkembang, sementara sistem kita belum banyak berubah sejak awal pembangunan. Karena itu, kini kita mencoba mengimplementasikan penyempurnaan sistem agar lebih efisien,” terangnya.

Ia berharap penerapan smart lighting dapat menekan penggunaan listrik hingga 20–30 persen. Efisiensi ini dapat dicapai melalui sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan seluruh penerangan dikendalikan secara terpusat.

“Dari sisi operasional, target kami minimal efisiensi 20–30 persen dari penggunaan listrik. Dengan IoT, informasi akan lebih cepat dan terintegrasi di command center. Kami tidak perlu lagi mengerahkan tenaga untuk berkeliling kawasan, cukup memantau data,” jelasnya.

Baca Juga:   Kuta Larang Pesta Kembang Api untuk Perayaan Tahun Baru

Selain efisiensi energi, sistem baru ini juga akan meningkatkan estetika kawasan melalui penyesuaian pencahayaan yang lebih presisi. Dwiatmika menekankan pentingnya menjaga keindahan visual kawasan, terutama pada malam hari. “Penerangan harus bisa menyesuaikan suasana dan kebutuhan. Dengan teknologi ini, umur lampu juga bisa lebih panjang, sehingga efisiensinya berlipat,” tutupnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini