Mangupura, balibercerita.com –
Pantai Seminyak, Bali, menjadi saksi geliat olahraga Tchoukball dunia lewat 3rd World Beach Tchoukball Championships 2025 yang digelar pada 7–10 Agustus 2025. Kejuaraan yang melibatkan 15 negara ini merupakan langkah strategis memperluas jangkauan olahraga tim unik ini ke level internasional, khususnya Asia Tenggara.
Tchoukball, olahraga yang pertama kali diperkenalkan oleh ahli biologi asal Swiss, Hermann Brandt, kini telah berkembang pesat dan dimainkan di 65 negara, termasuk Indonesia. Menurut Presiden Federasi Internasional Tchoukball (FITB) 2025–2029, Delane Lim, kejuaraan dunia ini menjadi momen penting untuk mempopulerkan tchoukball seperti halnya olahraga padel atau pickleball yang tengah naik daun. “Masuk ke Olimpiade tentu menjadi mimpi besar. Tapi langkah awalnya adalah pengenalan luas di Asia Tenggara,” ujar Delane.
Ia menargetkan tchoukball dapat dipertandingkan secara resmi di SEA Games 2029 di Singapura, dan lebih besar lagi saat Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 2031. Ia juga menyebut bahwa enam negara di Asia Tenggara sudah memiliki federasi resmi tchoukball.
“Kami telah menyelenggarakan delapan pertandingan regional dan menyiapkan rencana pengembangan enam tahun ke depan agar tchoukball bisa menjadi bagian dari liga utama di kawasan ini,” ungkap pria asal Singapura tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Tchoukball Seluruh Indonesia (PTBSI), Paulus Khoe menetapkan target realistis dalam kejuaraan dunia ini. Ia menargetkan masuk lima besar dan optimistis akan hal tersebut.
Sejak resmi bergabung dengan FORMI pada 2015, PTBSI aktif mengembangkan Tchoukball secara nasional. Saat ini, sudah ada 14 provinsi yang tergabung dalam struktur organisasi, dengan 10 diantaranya sudah aktif dalam pelatihan dan pertandingan. “Ke depan, kami ingin seluruh provinsi memiliki pengurus dan kegiatan tchoukball secara aktif,” imbuh Paulus.
Ajang 3rd World Beach Tchoukball Championships 2025 diikuti 15 negara yang terbagi ke dalam tiga kategori tim putra, tim putri, dan tim putra usia 40 tahun ke atas. Kategori tim putra (12 negara) terbagi menjadi 2 grup yaitu grup A terdiri dari Republik Ceko, Korea Selatan, Hong Kong, Inggris, Thailand, dan India. Grup B terdiri atas Taiwan, Kamerun, Selandia Baru, Benin, Cina, dan Indonesia
Kategori Tim Putri diikuti 10 negara, yaitu grup A yakni Taiwan, Hong Kong, Thailand, Bangladesh, Makau. Grup B: Singapura, Korea Selatan, Kamerun, India, dan Indonesia. Kategori tim putra 40 ke atas diikuti 3 negara yaitu Republik Ceko, Kamerun, dan Indonesia
Presiden FITB periode 2021–2025, Chris Huang menyampaikan bahwa Taiwan masih menjadi kekuatan dominan di Tchoukball dunia, setelah menjuarai edisi terakhir. Namun, ia menyebut Singapura, Inggris, Republik Ceko, Kamerun, dan Benin sebagai pesaing kuat di ajang kali ini. Chris juga menekankan pentingnya format pertandingan di pantai.
“Pantai mewakili masa depan Tchoukball. Ini bukan hanya olahraga fisik, tapi juga media rekreasi komunitas yang inklusif,” ujarnya.
Bali bukan kali pertama menjadi tuan rumah ajang internasional Tchoukball. Sebelumnya, pada 2017, kejuaraan dunia kelompok umur juga digelar di Pantai Sanur. Kini, Indonesia dipercaya menyelenggarakan kejuaraan dunia untuk kategori senior. “Ini kesempatan besar untuk Indonesia. Semoga tchoukball semakin berkembang pesat di tanah air,” kata Paulus Khoe.
Acara pembukaan telah digelar pada Kamis, 7 Agustus 2025 pukul 15.00 Wita, di Pantai Seminyak (Puri Saron Seminyak Hotel). Seluruh pertandingan berlangsung 7–10 Agustus 2025, dari pukul 08.00–20.00 Wita. (BC5)


















