BHA Dorong Pariwisata Berkelanjutan Lewat Kompetisi Memasak

0
118
Kompetisi memasak
Salah satu hidangan pada kompetisi memasak yang digelar BHA tahun 2025. (BC5)

balibercerita.com –
Bali Hotels Association (BHA) kembali menghadirkan ajang kuliner paling bergengsinya, Final Kompetisi Memasak BHA 2025 yang digelar, Jumat (5/13), di The Westin Resort Nusa Dua. Kompetisi tahun ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas para chef dari hotel-hotel anggota BHA, tetapi juga menjadi panggung untuk mempromosikan praktik keberlanjutan yang menjadi fondasi masa depan industri perhotelan Bali.

Dengan tema “Zero-Waste, Full Flavor,” para finalis ditantang menciptakan hidangan bercita rasa Nusantara dengan menggunakan 100% bahan lokal, sekaligus menerapkan konsep zero-waste dalam semua tahap, mulai dari persiapan, pengolahan, hingga penyajian. Tantangan ini mendorong chef untuk mengolah setiap bagian bahan, termasuk bagian yang biasanya menjadi limbah, menjadi komponen hidangan yang layak konsumsi.

“Kompetisi Memasak 2025 adalah salah satu cerminan terkuat dari keunggulan industri perhotelan Bali,” ujar Franklyn Kocek, Chairman, Head of Safety & Security BHA sekaligus General Manager Four Points by Sheraton Bali, Seminyak.

Acara ini mempertemukan kreativitas kuliner, kebanggaan budaya, dan komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan. Para chef menampilkan hidangan yang menghormati warisan Indonesia dan tetap bertanggung jawab pada lingkungan.

Para finalis menyajikan karya terbaik mereka kepada dewan juri tamu yang memiliki reputasi luas di dunia kuliner dan pariwisata, terdiri dari: Chef Marinka selaku celebrity chef, mantan juri MasterChef Indonesia & Junior MasterChef Indonesia, Chef Hendra Mahena selaku Chairman Indonesian Chef Association (ICA), dan I Dewa Ayu Diah Pradnya P. selaku Ketua Tim Kerja Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Mereka menilai hidangan berdasarkan rasa, teknik, kreativitas, penerapan prinsip zero-waste, serta dampak keberlanjutan.

Baca Juga:   Libatkan 9.999 Orang, Lansia Tertawa Cetak Rekor Muri 

Dari total 40 peserta yang mengikuti rangkaian seleksi sejak November, terpilih 10 besar finalis yang menampilkan hidangan terbaiknya pada babak final: Ayodya Resort Bali diwakili I Ketut Pasek Adiantara, Conrad Bali diwakili Dhiyo Mahardika, Four Points by Sheraton Bali Kuta diwakili I Putu Sudana Putra, Hard Rock Hotel Bali diwakili I Wayan Balik Buda, Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa diwakili Komang Juliardana, Samabe Bali Suites & Villas diwakili Muhammad Ikrom Bahri, The Trans Resort Bali diwakili Kadek Ari Werdi, The Westin Resort Nusa Dua Bali diwakili Usman Andrianto, Viceroy Bali diwakili I Made Nalendra, Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali diwakili Made Agus Satrya Wibawa.

Selain menampilkan keahlian memasak, para peserta juga diminta membuat video digital yang mengangkat destinasi, bahan lokal, dan karakter pribadi mereka menunjukkan kreativitas dalam era digital dan promosi pariwisata.

Baca Juga:   Keren, Masa Depan Moda Transportasi Udara Diuji Coba di Bali

Kompetisi tahun ini juga mengusung dua fokus besar. Pertama, zero waste yaitu tidak ada sampah yang boleh keluar dari dapur, baik dari bahan makanan, sisa potongan, maupun komponen pendukung lainnya. Semua harus diolah menjadi bagian hidangan atau produk turunan. Kedua, Indonesia Raya yang artinya semua hidangan wajib menggunakan bahan Indonesia, khususnya produk lokal Bali, untuk memperkuat identitas kuliner Nusantara dan mendukung UMKM lokal. Hal ini memacu para chef menemukan cara-cara baru memanfaatkan bahan hingga ke bagian terkecil, sebuah inovasi yang sejalan dengan visi pariwisata hijau Bali.

Bersamaan dengan kompetisi, BHA menggelar BHA Sustainability Showcase, yang menampilkan produsen dan pemasok berkelanjutan dari berbagai sektor. Showcase ini memperlihatkan kualitas produk lokal Bali, serta membuka ruang kolaborasi antara hotel dan pelaku usaha yang mengedepankan praktik ramah lingkungan.

“Upaya keberlanjutan kami paling kuat ketika kami berkolaborasi dengan komunitas. Menghubungkan para chef dan general manager dengan produsen lokal mendukung transisi Bali menuju sektor perhotelan yang lebih sadar lingkungan,” kata Ankit Airon, BHA Member of the Board & Head of Sustainability sekaligus General Manager Holiday Inn Resort Bali Canggu.

Baca Juga:   Kemenparekraf Genjot Peningkatan Kualitas SDM Desa Wisata di Lombok

Pada kesempatan ini, BHA juga meluncurkan BHA Sustainability Vendor Directory, sebuah direktori pemasok dan organisasi berkelanjutan terverifikasi yang membantu hotel anggota memperoleh produk dan layanan ramah lingkungan secara lebih mudah dan terstruktur.

Setelah melalui penilaian ketat, berikut para pemenang tahun ini. Juara 1 diraih Usman Adrianto dari The Westin Resort Nusa Dua Bali. Juara 2 diraih Kadek Ari Werdi dari The Trans Resort Bali. Juara 3 diraih Muhammad Ikrom Bahri dari Samabe Bali Suites & Villas. Juara favorit diraih Ni Kadek Dwik Anggreni dari The Laguna, A Luxury Collection Resort & Spa.

Para juara akan diberi kesempatan untuk terlibat dalam program-program keberlanjutan BHA sepanjang tahun 2026, termasuk kerja sama dengan NGO Sungai Watch yang akan diperluas tahun depan.

Acara ditutup dengan rapat umum tahunan di mana general manager dari 171 hotel anggota BHA akan memilih Ketua BHA untuk tahun 2026. Pemilihan ini menjadi momen penting karena menentukan arah kebijakan asosiasi dalam menjaga kualitas industri perhotelan Bali di tahun mendatang. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini