balibercerita.com –
Misteri hilangnya seorang nenek asal Desa Lukluk akhirnya terungkap. Ni Ketut Menuh (72) yang dilaporkan tak pulang sejak Minggu (4/1) malam, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (10/1) sekitar pukul 11.00 Wita. Jenazah korban ditemukan terlentang di aliran sungai, tersangkut di antara sampah ranting dan dedaunan, dengan kondisi tubuh yang telah membengkak.
Penemuan tersebut terjadi pada hari kedua operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. Sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 Wita, tim mulai melakukan penyisiran dari belakang rumah korban hingga ke kawasan Dam Lukluk.
Koordinator lapangan SAR gabungan, Crista Priana, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. “Sorti pertama dilaksanakan hingga pukul 09.00 Wita. Setelah itu, tim kembali melanjutkan penyisiran dari Dam Lukluk ke arah selatan,” ungkap Crista.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.20 Wita, tim SAR menemukan sesosok jenazah berjarak kurang lebih 200 meter dari Dam Lukluk. Untuk memastikan identitas korban, tim segera menghubungi pihak keluarga.
“Setelah keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Ni Ketut Menuh, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Kabupaten Badung, menggunakan ambulans,” tambahnya.
Sebelumnya, pihak keluarga melaporkan korban hilang setelah meninggalkan rumah pada Minggu malam. Berdasarkan keterangan keluarga, Ni Ketut Menuh diketahui memiliki keterbatasan fisik dan biasa menggunakan tongkat untuk berjalan.
Namun saat kejadian, tongkat tersebut ditemukan masih berada di rumah, sehingga memunculkan dugaan korban terjatuh ke sungai yang berada tepat di belakang rumahnya. Berdasarkan dugaan tersebut, pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai sejak hari pertama operasi SAR.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Samapta Polda Bali, Brimob Batalyon B Mengwi, Polsek Mengwi, PMI Badung, Gowri Rescue, Bima Sakti Rescue, SDI, SAR Dog, Orari Bali, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Lukluk, serta masyarakat dan keluarga korban. (BC5)


















