balibercerita.com –
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyoroti tantangan serius yang tengah dihadapi Bali terkait keterbatasan populasi masyarakat asli Bali. Ia menilai, saat ini terdapat kecenderungan krama Bali hanya ingin memiliki maksimal dua orang anak, kondisi yang dinilai berpotensi mengancam keberlanjutan budaya dan kearifan lokal Bali ke depan.
Menurut Adi Arnawa, kebijakan dan dorongan Gubernur Bali agar masyarakat memiliki hingga empat orang anak patut disikapi secara bijak sebagai upaya menjaga eksistensi suku Bali. Pasalnya, budaya Bali yang selama ini menjadi kekuatan utama daerah, hanya dapat terus hidup dan lestari jika didukung oleh keberadaan masyarakat Bali itu sendiri.
“Budaya Bali yang menjadi kekuatan dan kearifan lokal harus dijaga. Yang bisa melakukan itu tentunya suku Bali. Jika semakin hari suku Bali semakin menipis, maka ini akan menjadi tantangan besar ke depannya. Kita tentu tidak menginginkan hal tersebut,” tegasnya belum lama ini di Pantai Pandawa.
Ia menambahkan, persoalan kependudukan bukan semata-mata soal jumlah, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlanjutan identitas, adat, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran bersama untuk memandang persoalan populasi sebagai bagian penting dari strategi menjaga budaya Bali.
Ia juga mendorong agar upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, serta jaminan sosial terus diperkuat, sehingga masyarakat Bali tidak merasa terbebani dalam membangun keluarga. Dengan demikian, harapan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan, budaya, dan keberlanjutan generasi Bali dapat terwujud secara berkelanjutan. (BC5)














