Ketua WHDI Badung Apresiasi Semangat Generasi Muda Selenggarakan Tunjung Mekar Art Festival I

0
307
WHDI Badung
Ketua WHDI Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta menghadiri sekaligus membuka Tunjung Mekar Art Festival I Banjar Peliatan Kerobokan, di SD Negeri 2 Kerobokan, Minggu (3/8). (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta hadir sekaligus meresmikan gelaran perdana Tunjung Mekar Art Festival I Banjar Peliatan, Kerobokan. Acara yang berlangsung di halaman SD Negeri 2 Kerobokan, Kuta Utara, Badung, pada Minggu (3/8), mengusung tema Padma Prakarsa Giri, yang mengandung makna sebagai simbol inisiatif suci yang tumbuh kuat layaknya gunung.

Pembukaan festival ditandai pemukulan gong, yang turut disaksikan oleh berbagai elemen masyarakat. Warga antusias memeriahkan acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Ny. Yunita Alit Sucipta juga meninjau langsung dua kegiatan utama, yakni lomba canang sari dan lomba ogoh-ogoh mini. Ia pun memberikan dukungan berupa dana sebesar Rp5 juta untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan festival.

Baca Juga:   Siat Tipat Bantal, Ritual Unik Berusia Ratusan Tahun di Desa Adat Kapal 

Ny. Yunita Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada sekaa teruna ST Tunjung Mekar atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya Bali. Ia menegaskan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam budaya tersebut.

“Perlu kita ketahui bersama, lomba ogoh-ogoh ini menggambarkan bhuta kala dan juga sifat negatif dalam diri manusia yang harus dihilangkan. Selain itu, ogoh-ogoh mempunyai makna penting mengingatkan kita untuk mengendalikan sifat-sifat buruk yang ada dalam diri. Sebagai generasi muda, ikut serta dalam menjaga dan melestarikan seni adat tradisi dan budaya Bali serta menanamkan sifat atau rasa kekeluargaan gotong royong dari usia dini,” ujar Yunita yang juga Sekretaris I TP PKK Badung.

Baca Juga:   Cerita Rakyat dan Keunikan Pura Dalem Tengkulung 

Sementara itu, ketua panitia, I Nyoman Jayadi Aptara menjelaskan bahwa festival ini digelar tidak hanya sebagai bagian dari perayaan HUT ke-54 ST Tunjung Mekar, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat eksistensi seni ogoh-ogoh di kalangan generasi muda.

Baca Juga:   Pentingnya Melembagakan Nyepi, Perlu Kesadaran Menjadikannya Sebuah Habitus

“Kegiatan festival hari ini, khususnya lomba ogoh-ogoh, diikuti peserta dari seluruh Badung serta lomba canang sari pesertanya se-Desa Adat Kerobokan dengan merebutkan hadiah berupa plakat dan uang tunai. Saya berharap melalui kegiatan perlombaan ini agar dapat mendukung perkembangan dan kreativitas generasi muda khususnya serta dapat menjadi ajang promosi pariwisata dan daya tarik budaya Bali,” ungkapnya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini