Di Badung, Sejumlah Desa Belum Siap Tangani Sampah

0
187
Sampah
Tumpukan sampah di salah satu wilayah di Kabupaten Badung. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengakui bahwa penanganan sampah di beberapa wilayah masih menghadapi kendala serius. Beberapa desa/kelurahan di Badung, seperti Kuta, belum memiliki tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Hal ini menyebabkan penumpukan dan pembuangan sampah secara sembarangan oleh masyarakat.

“Terkait sampah ini, beberapa desa memang belum siap. Contohnya di Kuta. Saya sudah panggil Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK). Saya merenung dan melihat kita beberapa kali seperti bermain kucing-kucingan dengan masyarakat. Di satu sisi, masyarakat kesulitan karena tidak ada tempat buang sampah yang memadai, di sisi lain kita juga belum punya tempat pengelolaan yang jelas,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga:   40 Tim Mahasiswa Adu Inovasi di Babak Akhir Pertamuda Seed & Scale 2025

Saat ini, Pemkab Badung tengah berupaya memaksimalkan lahan seluas 32 are di belakang Kuburan Cina di Padang Seni Kuta. Lokasi tersebut direncanakan akan menjadi pusat pengelolaan sampah sementara, sebelum TPST permanen dapat dibangun.

“Di luar Kedonganan dan Legian, Kecamatan Kuta tidak punya TPS 3R. Maka saya maksimalkan dulu yang ada di Kuburan Cina. Di sana nanti akan kita tampung, termasuk dari Jimbaran yang juga belum punya tempat. Pemerintah akan kelola langsung,” jelasnya.

Baca Juga:   Realisasi Investasi di Badung 2025 Tembus Rp22,21 Triliun, Tumbuh 20,3 Persen

Terkait solusi jangka pendek, Bupati sudah menginstruksikan DLHK untuk segera memindahkan sampah ke lokasi tersebut, memanfaatkan surat izin dari Gubernur Bali yang telah keluar per 1 Agustus. Namun demikian, Adi Arnawa mengungkapkan trauma masa lalu terkait banyaknya tawaran teknologi pengelolaan sampah yang tidak membuahkan hasil.

Ia menegaskan Pemkab Badung akan lebih selektif ke depannya. Ia berharap upaya ini dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga:   BBDC dan BRI Regional Office Denpasar Gelar Donor Darah

“Saya trauma, banyak yang menawarkan teknologi ini-itu, tapi ternyata tidak berhasil. Tapi sekarang saya sudah bilang, September ini alat baru akan masuk. Mungkin kita tempatkan di Pecatu atau dimana, akan ada tempat pemilahan lagi. Kalau berhasil, akan saya replikasi ke seluruh daerah. Harapannya, sampah di Badung bisa kita atasi,” tegasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini