balibercerita.com –
Catus pata (titik nol) Desa Adat Jimbaran akan menjadi pusat pelaksanaan Tawur Agung Kesanga sekaligus titik utama pawai ogoh-ogoh yang digelar pada Pangerupukan, Rabu (18/3) malam. Bendesa Adat Jimbaran, Putu Subamia mengatakan, untuk mendukung kelancaran upacara dan kegiatan masyarakat, pihak desa adat akan melakukan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang mengarah ke kawasan tersebut.
“Nanti pas tawur ada pengalihan arus. Jam 7 sampai 8 pagi arus sudah ditutup dan dialihkan ke arah pantai menuju jalan pesisir. Catus pata disterilkan untuk upacara tawur yang dimulai sekitar jam 10-an,” ujarnya.
Selain pada pagi hari saat pelaksanaan tawur, pengalihan arus juga akan kembali dilakukan pada sore hari ketika kegiatan pawai ogoh-ogoh berlangsung. Pawai ogoh-ogoh tersebut akan dipusatkan di catus pata Desa Adat Jimbaran dan diikuti oleh 13 banjar yang ada di wilayah desa adat.
Tahun ini, desa adat tidak menggelar lomba ogoh-ogoh, melainkan hanya pawai. “Perlombaan ogoh-ogoh dilaksanakan di Puspem Badung melalui Badung Caka Festival,” jelasnya.
Selain pawai ogoh-ogoh, kegiatan tersebut juga akan diramaikan dengan tradisi Magegobog yang digelar bersamaan saat acara dimulai. Sementara itu, tradisi Siat Yeh direncanakan dilaksanakan pada Ngembak Geni di wilayah Banjar Teba.
Subamia menambahkan, antusiasme warga terhadap kegiatan Magegobogan maupun Siat Yeh sangat baik. Ke depan, tidak menutup kemungkinan pelaksanaan tradisi Siat Yeh akan dikelola langsung oleh desa adat agar cakupannya bisa lebih luas. “Ke depannya mungkin bisa diserahkan ke desa adat sehingga tanggung jawabnya lebih luas, karena Kelian Banjar Teba sudah pernah membicarakan hal tersebut,” katanya.
Desa Adat Jimbaran berharap hari raya Nyepi tahun ini dapat berlangsung dengan lancar dan penuh kekhusyukan. “Harapannya, Nyepi agar bisa berjalan khusyuk dan lancar,” tutupnya. (BC5)














