balibercerita.com –
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menunjukkan tren positif selama periode awal Posko Angkutan Lebaran 2026 yang beririsan dengan momentum hari raya Nyepi. Dalam kurun 13–16 Maret 2026, total 252.058 penumpang berhasil dilayani, tumbuh 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi menjelaskan bahwa peningkatan ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat, baik domestik maupun internasional. Rata-rata harian penumpang tahun ini mencapai 63.015 penumpang, meningkat signifikan dari 58.224 penumpang pada 2025.
Secara rinci, pergerakan penumpang domestik tercatat sebanyak 106.018 orang, sementara internasional mencapai 146.040 orang. Dari sisi operasional penerbangan, total pergerakan pesawat selama empat hari mencapai 1.589 movements, naik 9,1 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 1.456 pergerakan.
Untuk pergerakan rute domestik, Jakarta (CGK) masih menjadi yang tersibuk dengan 310 pergerakan, disusul Surabaya (SUB) 110 pergerakan, dan Lombok (LOP) 76 pergerakan. Sementara rute internasional didominasi Singapura (SIN) dengan 127 pergerakan, Kuala Lumpur (KUL) 112 pergerakan, dan Perth (PER) 89 pergerakan.
Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak bandara juga mengakomodasi 26 extra flight selama periode tersebut. Seluruh tambahan penerbangan berasal dari rute domestik, dengan Jakarta mendominasi sebanyak 18 pergerakan dan Surabaya 8 pergerakan.
Sementara itu, khusus pada 16 Maret 2026, trafik harian tercatat sedikit mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Total penumpang mencapai 63.403 orang atau turun 3,7 persen dari 65.817 orang pada 2025. Meski demikian, jumlah pergerakan pesawat justru meningkat 1,3 persen menjadi 397 pergerakan.
Pada hari tersebut, penumpang internasional masih mendominasi sebanyak 35.773 orang, sementara domestik 27.630 orang. Rute Singapura, Kuala Lumpur, dan Perth tetap menjadi yang tersibuk untuk penerbangan internasional, sedangkan Jakarta, Surabaya, dan Lombok mendominasi rute domestik.
Secara keseluruhan, kinerja operasional Bandara Ngurah Rai selama awal masa posko menunjukkan kesiapan dalam menghadapi lonjakan trafik, terutama di tengah momentum libur panjang yang berdekatan antara Lebaran dan Nyepi. (BC5)

















