
balibercerita.com –
Peningkatan arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Bali–Jawa masih terlihat signifikan, Selasa (17/3). Berdasarkan pemantauan, panjang antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk telah berkurang dibandingkan Sabtu (14/3), yang kala itu tembus sekitar 31 km. Meski demikian, antrean terbilang masih sangat panjang yakni mencapai 20 km.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bersama SGi Air Bali melakukan pemantauan udara untuk memastikan kondisi terkini di sekitar Pelabuhan Gilimanuk, hari ini. Pemantauan dilakukan menggunakan helikopter yang lepas landas dari Pelabuhan Benoa sekitar pukul 10.00 Wita dan tiba di wilayah Gilimanuk pada pukul 10.41 Wita.
Dari udara, tim melihat langsung kepadatan kendaraan pemudik yang mengular panjang menuju pelabuhan. Hasil observasi menunjukkan antrean kendaraan mencapai kurang lebih 20 kilometer. Kondisi ini menandakan tingginya volume pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Jawa melalui jalur laut.
Dalam pemantauan tersebut turut hadir sejumlah pejabat, diantaranya Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, Pangdam IX Udayana, Piek Budyakto. Pemerintah daerah setempat diketahui telah mengantisipasi lonjakan ini dengan menyiapkan sejumlah kantong parkir guna menampung kendaraan, sehingga dapat mengurangi penumpukan di jalur utama menuju pelabuhan.
Berdasarkan data, hingga Senin (16/3), tercatat sebanyak 3.502 kendaraan meninggalkan Pelabuhan Ketapang, sementara 22.930 kendaraan keluar dari Pelabuhan Gilimanuk.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menegaskan bahwa pemantauan udara ini menjadi bagian penting dari sinergi lintas instansi dalam menjaga kelancaran arus mudik. “Pemantauan udara memberikan gambaran menyeluruh kondisi di lapangan, sehingga langkah antisipatif bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Sementara itu, pihak SGi Air Bali melalui Commercial Manager Krisna Dewi menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan kedaruratan, termasuk pengamanan arus mudik. Selain pemantauan, SGi Air Bali juga berpengalaman dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk evakuasi medis (medevac) di berbagai wilayah Bali.
Dengan armada helikopter yang siap di berbagai kondisi, dukungan cepat dalam situasi darurat pun dapat dioptimalkan. Melalui pemantauan ini, diharapkan koordinasi antarinstansi semakin solid dalam mengurai kepadatan serta memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 berlangsung aman dan lancar. (BC5)
















