balibercerita.com –
Rangkaian kasus hilangnya meteran air (water meter) di Jimbaran mulai memunculkan kekhawatiran warga. Pada Selasa (6/1) pagi, empat meteran air kembali raib di tiga titik di Lingkungan Bhuana Gubug, menambah panjang deretan kasus serupa dalam beberapa pekan terakhir.
Kaling Bhuana Gubug, I Wayan Mana mengungkapkan, laporan kehilangan berdatangan sejak pagi ketika warga memulai aktivitas. Kejadian diperkirakan terjadi saat malam hari, di mana aliran air masih normal sekitar tengah malam, namun tiba-tiba terhenti pada pagi hari. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa wilayah tersebut menjadi sasaran empuk karena meteran-meneran berada di luar pagar dan mudah dijangkau.
Menurutnya, kasus ini bukan lagi insiden tunggal, tetapi pola yang terus berulang. “Kalau tidak salah, ini sudah kejadian yang ketiga. Dua minggu lalu hilang dua sampai tiga meteran, kemudian hilang lagi dua, sekarang empat sekaligus,” ujarnya.
Di tengah dugaan bahwa pencurian dilakukan demi mengambil kandungan logam dalam meteran, Wayan Mana menilai masalah ini sudah bergeser menjadi isu keamanan lingkungan. Ia berharap kepolisian merespons lebih cepat dan warga turut aktif memperketat pengawasan, termasuk mengecek CCTV masing-masing dan melapor bila menemukan bukti pendukung.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama Badung, I Wayan Suyasa membenarkan bahwa indikasi pencurian cukup kuat karena meteran yang dicopot dibiarkan mengucurkan air. Selain meresahkan warga, praktik tersebut menyebabkan kerugian air yang terbuang percuma.
Ia menegaskan meteran air merupakan aset pelanggan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama karena mayoritas perangkat terpasang di area terbuka. (BC5)














