balibercerita.com –
Kasus stroke kini tak lagi identik dengan usia lanjut sehingga perlu waspadai. Perubahan gaya hidup dan meningkatnya faktor risiko membuat penyakit ini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Siloam Denpasar, Dr. dr. Kumara Tini, Sp.S (K), FINS, FINA, yang menekankan pentingnya mengenali dan mengendalikan faktor risiko sejak dini.
Menurutnya, faktor risiko utama stroke yang paling sering ditemukan adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, serta kadar lemak darah yang tidak terkontrol. Selain itu, terdapat pula faktor tidak langsung seperti kurang aktivitas fisik dan stres yang turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko.
“Faktor-faktor ini sebagian besar bersifat bisa dimodifikasi. Artinya, kita bisa mencegah atau mengendalikannya dengan perubahan gaya hidup. Jika sudah terjadi, tentu harus diobati secara tepat,” jelasnya.
Ia juga membedakan antara faktor risiko yang dapat diubah dengan yang tidak, seperti usia, faktor keturunan, dan ras. Namun demikian, pendekatan epigenetik dinilai lebih berperan dalam pencegahan.
Dengan pola hidup sehat, seseorang tetap dapat menekan risiko meskipun memiliki riwayat keluarga penyakit tertentu seperti diabetes atau hipertensi. “Kalau ada riwayat keluarga, bukan berarti pasti terkena. Kita tetap bisa mencegah dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti tren meningkatnya kasus hipertensi pada usia muda. Jika sebelumnya pemeriksaan rutin disarankan mulai usia 40 tahun, kini usia 20 tahun pun sudah dianjurkan untuk mulai melakukan pengecekan tekanan darah. “Sekarang usia 20 tahun sudah banyak yang hipertensi. Jadi sebaiknya rutin cek tekanan darah, minimal sebulan sekali. Dengan begitu kita bisa memantau karena tekanan darah itu bisa naik turun,” tambahnya.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dan perubahan gaya hidup sebagai langkah utama dalam mencegah stroke sejak usia muda. (BC5)


















