Tambah Dua Guru Besar, Reputasi Unwar Diyakini Meningkat

0
195
Unwar
Prof. Dr. I Wayan Budiarta (kanan) dan Prof. Dr. Ida Bagus Udayana Putra (kiri) saat dikukuhkan sebagai guru besar tetap oleh Rektor Unwar, Prof. Suranaya Pandit. (ist)

Denpasar, balibercerita.com –
Dua orang guru besar dikukuhkan Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., di Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Jumat (22/8). Dua guru besar tersebut yakni Prof. Dr. I Wayan Budiarta, S.S., M.Hum. (Bidang Ilmu Pragmatik) dan Prof. Dr. Ida Bagus Udayana Putra, S.E., M.M. (Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia).

Pengukuhan guru besar ke-15 dan ke-16 di Unwar ini dihadiri Ketua LLDikti Wilayah VIII, pembina, pengawas dan pengurus yayasan, Senat Unwar, Guru Besar Unwar, dan guru besar undangan dari perguruan tinggi luar Unwar, keluarga dan kerabat, serta para undangan lainnya.

Dalam pengukuhan guru besar ini, Prof. Budiarta membawakan orasi ilmiah “Kesantunan dalam Dinamika Komunikasi Modern”. Sementara, Prof. Ida Bagus Udayana membawakan orasi ilmiah “Kepemimpinan Spiritual dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia: Implementasi, Dinamika, dan Tantangan ke Depan.”

Baca Juga:   Disertasi Pemanfaatan Lahan Pesisir untuk Beach Club Antarkan Sri Puspadewi Raih Gelar Doktor Hukum di Unwar

Prof. I Wayan Budiarta dan Prof. Ida Bagus Udayana mengaku bersyukur karena melalui proses dan pengabdian yang panjang di Unwar akhirnya gelar akademik tertinggi bisa diraihnya. Dengan gelarnya ini, mereka pun berkomitmen memajukan Unwar ke depannya untuk mencapai visi dan misi Unwar, yaitu bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global tahun 2034.

Prof. Budiarta menyampaikan, ia diangkat menjadi dosen di tahun 2005, kemudian ditugaskan di luar Bali. Pada 2015, ia akhirnya bisa ke Unwar. “Jadi di Universitas Warmadewa-lah saya mulai meniti peningkatan karier sebagai lektor kepala hingga saat ini menjadi seorang guru besar. Menjadi seorang guru besar tanggung jawab yang ada dalam jabatan itu luar biasa. Tidak hanya mengajar, tetapi di luar mengajar yang utama itu adalah penelitian dan juga pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Budiarta.

Baca Juga:   Warga Malaysia Jadi Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Sementara, Prof. Ida Bagus Udayana Putra mengungkapkan, setelah dirinya menyelesaikan tugas sebagai Wakil Rektor II Unwar, ia melanjutkan studi S3 pada usia 55 tahun. Ia kemudian mempersiapkan segala sesuatunya untuk meraih guru besar. Mulai dari persiapkan penelitian, pengabdian, dan proses pendidikan, sehingga guru besar bisa diraihnya.

Rektor Unwar, Prof. Pandit mengaku bersyukur karena dosen bergelar profesor terus bertambah di Unwar. Dengan demikian, maka kualitas Unwar akan semakin meningkat terutama dalam upaya meningkatkan reputasi lembaga di kancah nasional dan internasional. Ini akan menjadi pemacu untuk mewujudkan visi misi dan tujuan Unwar, yaitu bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing tingkat Asia Tenggara tahun 2026 menuju go global 2034.

Baca Juga:   Kementerian PUPR Lanjutkan Proyek Dua Bendungan di Bali

“Yang kita tunggu adalah akan segera kita wujudkan program studi doktor (S3) bidang manajemen dengan kelahiran seorang guru besar di bidang manajemen sumber daya manusia. Ini menjadi peluang emas bagi Unwar yang saat ini telah terakreditasi unggul dan lebih 60 persen prodi telah terakreditasi unggul, dan ini memberikan kesempatan luar biasa bagi institusi,” ujar Prof. Pandit.

Ketua yayasan, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., mengaku bangga dan mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Prof. Ida Bagus Udayana dan Prof. I Wayan Budiarta. Dengan bertambahnya guru besar di Unwar, diharapkan mampu memberikan vibrasi akademik yang baru untuk kemajuan lembaga. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini