Mangupura, balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan berencana menggelar upacara ngaben bikul atau ngaben tikus pada tahun 2026 mendatang. Prosesi ini dilakukan untuk menetralisir gangguan hama tanaman secara niskala, dengan rangkaian upacara layaknya ngaben pada umumnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengungkapkan bahwa upacara serupa pernah digelar pada tahun 2020. Pelaksanaan kembali pada tahun 2026 ini sesuai arahan Bupati Badung.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan ngaben bikul akan dilakukan secara rutin dalam periode tertentu. “Untuk ngaben bikul ini sedang kami bahas dari sisi penganggaran dan dari serta waktu pelaksanaan,” ujar Sudarwitha, Minggu (24/8).
Ia menambahkan, ngaben bikul merupakan yadnya utama dalam konteks pertanian. Dalam prosesi tersebut, tikus yang menjadi simbol hama akan diupacarai layaknya manusia yang diaben. Melalui ritual ini diharapkan agar keberadaan tikus tidak lagi mengganggu lahan pertanian maupun perkebunan.
“Tikus yang menjadi simbolisasi itu akan disomia atau dinetralisir, dengan harapan agar kembali ke habitatnya dan tidak mengganggu di areal pertanian atau perkebunan kita,” ungkapnya.
Sudarwitha juga menjelaskan, tahapan upacara nantinya akan melibatkan seluruh wilayah subak (pasedahan). Setiap pasedahan diminta membawa tikus dari wilayah masing-masing untuk kemudian di-pralina dalam upacara. Selain tikus asli, akan disertakan pula simbolisasi tikus melalui warna tertentu yang juga akan diupacarai.
“Proses ngaben bikul rencananya akan dipusatkan di Pantai Seseh. Namun tirta (air suci) dari upacara ini nanti akan dipercikkan ke seluruh areal persawahan dan perkebunan di Kabupaten Badung,” kata Mantan Camat Petang tersebut.
Sebelumnya, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pelaksanaan ngaben bikul akan menyesuaikan kondisi subak yang terdampak serangan hama. Menurutnya, ritual ini penting untuk memohon keselamatan dan menjaga keberlangsungan sektor pertanian.
“Terkait dengan kondisi subak yang diserang hama tikus, pada tahun 2026 akan dilaksanakan ngaben tikus seperti yang pernah dilakukan beberapa tahun silam yang bertujuan untuk memohon keselamatan di wilayah persubakan di Badung,” ujarnya. (BC9)















