
Mangupura, balibercerita.com –
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan hibah dana aci Pura Subak secara simbolis kepada 3 perwakilan pekaseh di Kabupaten Badung, Sabtu (10/9). Bantuan hibah ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam melestarikan budaya ritual agraris dan wujud rasa syukur kepada Dewi Sri.
Adapun nilai bantuan yang diberikan yakni tiap subak sebesar Rp15 juta. Bupati Giri Prasta dalam arahannya meminta kepada jajaran pekaseh se-Kabupaten Badung untuk membentuk kepengurusan subak di setiap wilayah kecamatan dan desa, dalam rangka mengakselerasi pembangunan pertanian pangan yang meliputi intensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasi.
Sasaran utama pembangunan pertanian yaitu peningkatan ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman sumber bahan pangan, kelembagaan dan budaya lokal serta kedua pengembangan agribisnis sesuai dengan potensi, kompetensi serta produk unggulan di masing-masing daerah, seperti urban farming untuk wilayah perkotaan.
“Sesuai instruksi Bapak Presiden Jokowi, dalam waktu dekat semua bupati diminta untuk kumpul dalam rangka membahas ketahanan pangan. Kebetulan di Bali ada dua bupati yang diundang yaitu Badung dan Bangli. Bapak Presiden Jokowi sudah memberikan perhatian yang begitu besar kepada subak yang ada di Bali dengan memberikan bantuan program tata guna saluran irigasi. Beliau yang di Jakarta saja begitu besar perhatiannya kepada subak, maka kita di Badung melalui Dinas Kebudayaan, PUPR dan Pertanian bergerak bersama untuk mendukung program percepatan tata guna saluran irigasi dengan melakukan perbaikan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi subak,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam rangka mewujudkan pemerataan ketahanan pangan dan pembangunan di semua wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Badung, Bupati Giri Prasta meminta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah untuk segera berkoordinasi dengan camat se-Kabupaten Badung dalam rangka menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) yang dibutuhkan.
“Kita akan berikan kekuatan pada camat untuk menyusun program kerja sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Silakan camat buat RKA secara proporsional sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. Kita akan transfer wibawa kepada camat dan sekcam, sehingga bisa bergerak bersama, bersinergi mewujudkan program pembangunan di wilayahnya,” pungkasnya. (BC13)













