balibercerita.com –
Gubernur Bali, Wayan Koster meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dalam merespons dugaan tindak pidana. Imbauan tersebut disampaikan Koster menanggapi kasus pengeroyokan hingga tewas di Baturiti, Tabanan, seusai rapat koordinasi bersama Forkopimda Provinsi Bali di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (28/7).
Rapat yang dipimpin Gubernur Koster tersebut turut dihadiri oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya dan seluruh jajaran Forkopimda Provinsi Bali untuk membahas berbagai isu keamanan daerah.
Kasus pengeroyokan tersebut terjadi pada Jumat (24/7) dini hari, di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Korban berinisial KD dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dikeroyok warga yang mengamankannya atas dugaan pencurian ayam.
Gubernur Koster menegaskan bahwa proses hukum atas peristiwa tersebut sepenuhnya telah ditangani oleh pihak kepolisian. “Seperti yang di Baturiti, itu sudah diproses oleh Kapolda. Ada lima orang yang sudah diproses,” ujar Koster.
Ia meminta masyarakat di lingkungan desa untuk menjaga situasi agar tetap kondusif dan tidak bertindak reaktif. “Kita semua harus menjaga situasi di masing-masing desa, tidak perlu terlalu reaktif. Walaupun melakukan tindakan pencurian, kemanusiaan harus kita utamakan,” tegasnya.
Gubernur juga merencanakan langkah preventif dengan merangkul pemangku wilayah di tingkat bawah untuk memberikan edukasi hukum kepada warga. “Saya akan berbicara dengan kepala desa dan desa adat untuk memberi pemahaman kepada warganya untuk tidak lagi melakukan tindakan serupa,” katanya.
Menanggapi pertanyaan terkait upaya pencegahan yang sering dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat di Desa Sidatapa, Koster menjelaskan bahwa persoalan ekonomi tidak bisa hanya dibebankan pada satu wilayah. Menurutnya, sejumlah desa juga menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang serupa sehingga memerlukan penanganan bersama antara Pemprov Bali, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa.
“Kalau soal ekonomi tidak hanya Sidetapa, tetapi semua. Upaya pemerintah tentu di sini sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota, harus menyelesaikan ini dengan upaya bersama. Kalau kaitannya dengan bantuan, ini sudah ditangani,” jelasnya.
Penanganan persoalan ini menegaskan pentingnya pembenahan sosial-ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di samping penegakan hukum guna menekan potensi konflik dari tingkat bawah.
Sementara itu, Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya memastikan penyidikan perkara ini terus dikembangkan. Polisi telah mengamankan dan menetapkan lima orang sebagai tersangka.
“Sekarang sudah di tangan polisi, sudah lima orang diamankan polisi dan bisa berkembang. Jadi kita mencari dan mengumpulkan bukti untuk membuktikan bahwa perbuatan pengeroyokan yang menyebabkan meninggal dunia itu,” ujar Daniel.
Saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan tindakan ekshumasi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian secara medis. Pemprov Bali dan Forkopimda terus mendorong masyarakat untuk menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwenang demi menjaga situasi Bali tetap aman dan kondusif. (BC18)


















