Singaraja, balibercerita.com –
Sebuah sampan berpenumpang 10 orang terbalik di perairan utara Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Jumat (1/7) pagi. Beruntung, keseluruhan penumpang berhasil diselamatkan. Menariknya, ketika sampan Sekarwangi I itu berhasil dibalikkan ke posisi semula, para nelayan kembali melanjutkan penarikan jaring ikan.
Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada menerangkan, sampan tersebut memiliki panjang 12 meter dengan tanda tulisan Sekarwangi I. Awalnya, perahu tersebut berlayar hendak menuju rumpon untuk mengangkat jaring ikan.
Namun sekitar pukul 05.00 Wita, sampan tiba-tiba dihantam ombak dan membuat kondisinya terbalik. Menurut keterangan saksi mata, para korban berusaha bertahan dengan berpegangan pada sampan yang terbalik. Para nelayan setempat langsung memberangkatkan 8 orang untuk memberikan pertolongan.
“Informasi kejadian diperoleh Basarnas Bali pada pukul 11.25 Wita. Laporan diterima dari Bapak Widiarsa yang menyebutkan korban masih mengapung-apung dan ia tidak bisa langsung memberikan pertolongan karena sampannya berukuran kecil dan cuaca tidak bersahabat,” terangnya, Jumat (1/7) sore.
Atas hal itu, pihaknya menggerakkan personel dari Pos SAR Buleleng, dengan menggunakan rigit inflatable boat (RIB) yang bertolak dari Pelabuhan Celukan Bawang. Pada pukul 15.10 Wita, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sampan terbalik dan semuanya dalam keadaan selamat.
Para korban diselamatkan sampan Sekarwangi II dan sampan Sandat Bali pada koordinat 7°44’00.92″S- 115°17’02.55″T. “Personel yang onboard di RIB ada sebanyak 4 orang rescuer, area pencarian sesuai dengan keterangan dari saksi mata,” jelas Darmada.
Usai memastikan kondisi aman, RIB kembali ke Pelabuhan Celukan Bawang. Unsur yang terlibat selama operasi SAR berlangsung diantaranya Basarnas Bali, sampan Sekarwangi II, sampan Sandat Bali, Polsek Kubutambahan, Buana Bali Rescue, masyarakat dan nelayan setempat. (BC5)
















