Perkuat Koneksi Global, Startup Mahasiswa Indonesia Sambangi KJRI San Francisco

0
31
Tim Pertamuda Seed and Scale 2025 saat mengunjungi KJRI di San Francisco. (ist)

balibercerita.com –
Dalam rangkaian agenda di Amerika Serikat, delegasi Pertamuda Seed & Scale 2025 melakukan kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco, sebagai upaya memperluas koneksi dan dukungan di tingkat global. Langkah ini pun sebagai ekspansi startup mahasiswa Indonesia kian diperkuat lewat jalur diplomasi.

Kedatangan delegasi disambut langsung oleh Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana didampingi jajaran KJRI seperti Ali M Sungkar (Consul for Economic Affairs), Monica Sonya Maria Purba (Consul for Information & Sociocultural Affairs), serta Fanny J Perdani (Vice Consul for Economic Affairs).

Baca Juga:   Sekda Buleleng Minta Petugas Sensus Lebih Berintegritas

Delegasi TOP 3 Pertamuda yang hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, di antaranya Drillytics dan Cargovision dari Institut Teknologi Bandung, NauticalNurture dari Universitas Airlangga, Orionex dari Universitas Gadjah Mada, Terangin dari Institut Teknologi Sepuluh November, Velaaris dari Universitas Indonesia, serta Hieren dari Universitas Jenderal Soedirman.

Kunjungan ini turut didampingi oleh Senior Expert Non-Government Relations PT Pertamina (Persero), Audy A Nasution, serta Project Director Pertamuda Seed & Scale, Grace Jeanie. Hadir pula perwakilan PERMIAS dari berbagai kampus di Amerika Serikat seperti UC Berkeley dan Academy of Arts. Pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif, membahas peluang pengembangan startup Indonesia di pasar internasional. Diskusi mencakup potensi kolaborasi, perluasan jejaring, hingga dukungan diplomatik yang dapat membuka jalan ekspansi global.

Baca Juga:   Perahu Dihantam Ombak, Seorang Nelayan Tenggelam di Nusa Lembongan

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menekankan pentingnya sinergi antara BUMN dan perwakilan pemerintah di luar negeri. “Kami meyakini bahwa kolaborasi lintas ekosistem, termasuk dengan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, menjadi kunci dalam memperluas akses dan memperkuat daya saing startup Indonesia di pasar global,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi para startup mahasiswa untuk memperkenalkan inovasi yang mereka kembangkan sekaligus menggali insight terkait peluang dan tantangan memasuki pasar Amerika Serikat.

Baca Juga:   Banjir Lumpuhkan Fasilitas Publik dan Usaha di Kuta

Program Pertamuda yang diinisiasi oleh PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak wirausaha muda berbasis inovasi, khususnya di sektor energi dan teknologi. Selain kompetisi, program ini juga membuka akses pembinaan, mentoring, serta eksposur global.

Kunjungan ke KJRI San Francisco ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat dukungan lintas negara bagi startup mahasiswa Indonesia. Dengan kolaborasi yang semakin solid, inovasi anak bangsa diyakini mampu menembus pasar global dan menghadirkan solusi berdampak di tingkat dunia. (BC5)