Perempuan Jadi Motor Inisiatif Komunitas, Nuanu Social Fund Dukung Ratusan Program Sosial di Bali

0
120
Nuanu social fund
Wulan Asmitha menginisiasi workshop tari Bali yang mengajak anak-anak di wilayah Tabanan untuk mempelajari gerakan dan filosofi di balik tarian tradisional Bali. (ist)

balibercerita.com –
Sebagai ekosistem kreatif yang memadukan seni, inovasi, dan dampak sosial, Nuanu Creative City terus membuka ruang bagi lahirnya berbagai inisiatif dari masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Nuanu Social Fund (NSF), sebuah platform yang memberikan dukungan bagi program sosial dan budaya yang digerakkan oleh individu maupun komunitas lokal di Bali.

Momentum Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat bahwa merayakan perempuan tidak hanya sebatas mengapresiasi pencapaian mereka, tetapi juga memberi ruang bagi gagasan dan aksi nyata yang mereka bawa bagi masyarakat.

Director Brand and Communications Nuanu, Ida Ayu Astari Prada mengatakan, pertumbuhan sebuah ekosistem tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari berkembangnya ide dan inisiatif masyarakat di sekitarnya. “Pertumbuhan sebuah ekosistem tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari bagaimana ide dan inisiatif dari masyarakat sekitarnya dapat berkembang. Kami melihat banyak perempuan memimpin perubahan di komunitasnya, dan bagi Nuanu penting untuk memastikan gagasan-gagasan tersebut mendapat ruang untuk tumbuh dan memberi dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Sejak 2023 hingga 2025, Nuanu Social Fund tercatat telah mendukung 494 inisiatif sosial, dengan 51 persen diantaranya dipimpin oleh perempuan sebagai penggerak utama. Berbagai program tersebut berkontribusi memperkuat komunitas lokal sekaligus membuka peluang bagi perempuan dan generasi muda di wilayah Tabanan dan sekitarnya untuk terlibat dalam kegiatan sosial, budaya, hingga pendidikan.

Baca Juga:   Dorong Perumahan Pro Rakyat, Seniman Bali Disiapkan Rusun di Denpasar

Banyak inisiatif tersebut lahir dari kepedulian individu terhadap kebutuhan di lingkungan sekitar, mulai dari ruang belajar kreatif bagi pelajar hingga kegiatan yang memperkuat hubungan masyarakat dengan budaya lokal.

Salah satu inisiatif yang mendapat dukungan NSF datang dari Ida Ayu Agung Erlina, yang akrab disapa Dayu. Guru di SMPN 3 Kediri, Tabanan ini melihat banyak siswanya memiliki minat besar di bidang kreatif digital seperti desain grafis dan animasi, namun belum memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Berangkat dari pengamatan itu, Dayu bersama dua guru lainnya membentuk SECRET (Sempatik Creative Team), sebuah tim kreatif siswa yang menjadi wadah bagi pelajar untuk berkarya di bidang desain grafis, komik, hingga animasi. “Banyak siswa sebenarnya memiliki potensi besar di bidang kreatif, tetapi mereka membutuhkan ruang untuk mencoba dan mengembangkan ide mereka. Lewat SECRET, kami ingin memberikan kesempatan itu,” ujar Dayu.

Baca Juga:   BRI Region 17 Denpasar Berbagi di Bulan Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Apresiasi Pekerja Dasar

Salah satu karya awal tim ini adalah komik sekolah berjudul “I GLORY”, yang mengangkat kisah karakter pelajar SMP sebagai representasi generasi muda Bali. Melalui komik tersebut, para siswa tidak hanya belajar membangun narasi visual, tetapi juga memperkenalkan berbagai elemen budaya Bali, mulai dari kuliner hingga destinasi lokal di Desa Beraban.

Inisiatif lain datang dari Wulan Asmitha, seorang penggiat seni tari Bali yang percaya bahwa pelestarian budaya tidak hanya terjadi di panggung pertunjukan, tetapi juga melalui ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat. Melalui dukungan Nuanu Social Fund, Wulan menginisiasi workshop tari Bali yang mengajak masyarakat mempelajari gerakan, makna, serta filosofi di balik tarian tradisional Bali.

Kegiatan ini membuka ruang bagi generasi muda untuk kembali terhubung dengan warisan budaya Bali, tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai pengetahuan yang dapat dipelajari dan diwariskan. “Melalui workshop ini, saya ingin menunjukkan bahwa tari Bali bukan hanya milik para penari di panggung. Ia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari dan bisa dipelajari oleh siapa saja,” ujar Wulan.

Baca Juga:   Polsek Bebandem Tangani Pohon Tumbang di Jalur Sesana

Workshop tersebut dirancang sebagai ruang belajar yang inklusif, mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang dan generasi untuk mengenal sekaligus merasakan langsung kekayaan budaya Bali.

Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari mengatakan, banyak penggerak komunitas memulai langkahnya dari hal sederhana, seperti kepedulian terhadap lingkungan sekitar atau keinginan untuk berbagi pengetahuan. “Di Nuanu Social Fund, salah satu visi kami adalah mendukung para penggerak komunitas agar memiliki kesempatan memperluas dampak yang mereka ciptakan. Melihat bagaimana ide-ide kecil dari komunitas dapat tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang menjadi salah satu hal yang paling bermakna bagi kami,” ujarnya.

Melalui Nuanu Social Fund, Nuanu berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang lahir dari komunitas, membuka ruang berbagi pengetahuan, serta menciptakan peluang bagi lebih banyak orang untuk berkembang bersama.

Kisah Dayu dan Wulan menjadi contoh bahwa ketika perempuan diberi ruang dan dukungan untuk mewujudkan gagasan mereka, dampaknya tidak hanya dirasakan secara langsung oleh masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem sosial dan budaya di sekitarnya. (BC5)