Mokas Bali Terus Ingin Membantu dan Berbagi

0
230
Mokas
Kegiatan bagi-bagi paket sembako yang dilakukan Suka Duka Mokas saat perayaan HUT ke-5. (ist)

Denpasar, balibercerita.com – 

Berawal dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat Karangasem yang saat itu kesusahan karena erupsi Gunung Agung, Mokas atau Suka Duka Motor Bekas Bali kini terus eksis menjadi komunitas sosial. Terbentuk tahun 2018 silam, Mokas aktif membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan melalui kegiatan sosial yang setiap tahun digelar.

Ketua Suka Duka Mokas, I Gusti Ketut Sudarma mengatakan, Mokas biasanya berada di seputaran pasar Kereneng, Denpasar. Bahkan mereka kerap berkumpul di atas trotoar di Jalan Jempiring. Pada awal pembentukan, Mokas berjumlah puluhan orang. Awal mula Mokas terbentuk didasari keprihatinan anggota terhadap kondisi warga Karangasem yang saat itu terdampak erupsi Gunung Agung. Mereka kemudian berinisiatif menggalang dana secara sukarela untuk membantu meringankan beban warga saat itu. 

Baca Juga:   Puncak Peringatan Harkopin Provinsi Bali Ke-76 Digelar di Badung

Saat itu, Mokas juga turut aktif melaksanakan bakti sosial di pos-pos pengungsian warga. “Jadi awalnya kumpul-kumpul, namun saat erupsi kita bersatu padu, dengan membentuk komunitas yang bisa menjadi relawan untuk masyarakat yang terdampak korupsi,” ucap pria yang akrab disapa Jik Agus ini. 

Seiring berjalannya waktu, kegiatan sosial menjadi agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan Mokas. Dengan menyasar panti asuhan maupun keluarga yang kurang mampu di beberapa kabupaten di Bali. Pada perayaan HUT ke-5 Mokas Bali pada Rabu (28/9), mereka melakukan kegiatan sosial dengan memberikan paket sembako dan uang tunai kepada anak-anak disabilitas di Yayasan Shanti Bali. Bantuan itu berasal dari sinergi Mokas dengan showroom dan broker, yang dilaksanakan secara spontan. 

Baca Juga:   Pesta Rakyat HUT Ke-13 Mangupura Akan Hadirkan Tipe-X dan Wika Salim

Pada tahun 2018, Mokas memberikan bantuan sosial di (Bansos) Desa Belumbung dan Tianyar, Karangasem. Kemudian tahun 2019 mereka mengadakan baksos ke Kabupaten Bangli. Saat itu mereka bersinergi dengan Kapolsek Susut dengan memberikan bansos di Desa Susut, Tembuku dan Kintamani.

Kegiatan Mokas sempat terhenti saat pandemi Covid-19 muncul di tahun 2020. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka, sehingga kegiatan sosial kembali dilaksanakan pada awal 2022. Saat itu mereka melakukan baksos ke Desa Penjarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, dengan menyasar warga-warga yang kurang mampu.

Baca Juga:   Viral Video Penumpang Mengalami Delay Panjang Akibat Overlay, GM Bandara Ngurah Rai Berikan Jawaban

Ketua panitia acara, Ketut Sutaca mengatakan, kegiatan syukuran Mokas rutin dirangkaikan dengan kegiatan sosial berbagi. Sebab hal ini sekaligus bertujuan menjadi ajang pengikat tali persaudaraan dan ajang membantu sesama. Pihaknya berharap kegiatan sosial yang mereka laksanakan bisa terus berjalan tanpa ada hambatan sebab masih banyak masyarakat di Bali yang masih membutuhkan uluran tangan. 

“Kita berharap kegiatan ini berkelanjutan, dengan mengikat tali persaudaraan antaranggota. Pada perayaan kali ini kita menyasar Yayasan Shanti Bali untuk memberikan bantuan paket sembako dan uang tunai,” jelasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini