Desa Adat Kedonganan Akan Gelar Ngusaba Desa

Kedonganan
Penyerahan bantuan dana Rp1 miliar dari LPD Kedonganan untuk upacara ngusaba desa di Desa Adat Kedonganan. (BC5)

Mangupura, balibercerita.com – 

Desa Adat Kedonganan akan melaksanakan upacara ngusaba desa, yang puncaknya jatuh pada Purnama Kapat, tanggal 10 Oktober 2022. Tujuannya, mensucikan kembali Desa Adat Kedonganan secara niskala, memohon keselamatan dan kemakmuran, serta memohon berkah agar prajuru dan masyarakat dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik. Saat puncak acara, prosesi akan dipuput oleh 24 sulinggih.

Bendesa Adat Kedonganan Wayan Mertha menerangkan, upacara tersebut sangat penting bagi Desa Adat Kedonganan. Sepengetahuannya, ngusaba desa baru tahun ini dilaksanakan di Desa Adat Kedonganan. Nantinya upacara itu akan kembali dilaksanakan 20 tahun lagi, setelah upacara pertama dilaksanakan. Hal ini sudah tertuang dalam awig-awig desa. “Sejak saya lahir sampai sekarang, ini baru pertama kali dilaksanakan di Kedonganan. Semoga upacara ini dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Baca Juga:   Gubernur Bali Minta Pasikian Yowana Dukung Perda Desa Adat

Diakuinya, upacara ini merupakan salah satu komitmen prajuru Desa Adat Kedonganan dalam menjawab harapan prajuru sebelumnya. Upacara tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak jauh hari, bahkan oleh prajuru sebelumnya. Namun urung terlaksana karena ada beberapa kendala. Saat prajuru sebelumnya menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan adat, mereka berpesan agar pihaknya dapat melaksanakan upacara tersebut nantinya.

Baca Juga:   Puncak Karya Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Meranggi Sibang Kaja

Pelaksanaan upacara tidak terlepas dari punia yang dilakukan krama desa adat. Walaupun masih dalam keadaan berat akibat pandemi Covid-19, namun mereka secara silih berganti mapunia untuk upacara dan dibawa ke balai desa. Hal ini yang membuat semua yang dibutuhkan dalam upacara bisa semuanya dipenuhi. 

Ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pengurus LPD Kedonganan yang tetap berkomitmen menjalankan fungsinya sebagai pilar perekonomian masyarakat adat, pelestari budaya dan tradisi, maupun keagamaan di Kedonganan. Walaupun dalam kondisi berat, namun LPD tetap eksis dan produktif. 

“LPD Kedonganan menjalankan komitmennya dalam membangun desa dengan cara menyerahkan dukungan kepada krama Desa Adat Kedonganan yang akan melaksanakan upacara ngusaba desa. Dukungan ini berupa dana senilai Rp1 miliar yang berasal dari tabungan upacara adat. Ini kemudian akan kita distribusikan, sebarkan ke peserta ngusaba desa, mulai dari banjar, dadia, dan krama adat Kedonganan,” paparnya.

Baca Juga:   Idul Adha, Bupati Giri Prasta Serahkan Hewan Qurban

Untuk diketahui, upaya meringankan beban krama adat dalam pelaksanaan Panca Yadnya memang menjadi komitmen dari LPD Kedonganan. Demikian halnya dalam sektor. Sebab, LPD merupakan milik krama, untuk krama, dan tanggung jawab krama dalam melestarikannya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini