Libur Sekolah, Bandara Ngurah Rai Optimalkan Layanan dan Teknologi

0
264
Bandara Ngurah Rai
Kedatangan penumpang di Bandara Ngurah Rai. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –

Menyambut musim libur sekolah yang berlangsung dari akhir Juni hingga pertengahan Juli 2025, Bandara Ngurah Rai, Bali, menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi peningkatan jumlah penumpang, baik domestik maupun mancanegara. Ada tiga aspek utama operasional yang menjadi fokus, yakni people (sumber daya manusia), process (proses layanan), dan premises (fasilitas), yang diperkuat dengan teknologi management operation based on traffic (MOT). Teknologi ini memungkinkan proyeksi trafik secara real-time sehingga antisipasi kepadatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

PGS General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Wahyudi menyampaikan bahwa sistem MOT berperan penting dalam pengelolaan arus penumpang selama musim puncak. “Dengan MOT, kami bisa memetakan potensi lonjakan penumpang dan titik-titik yang berisiko menimbulkan antrean. Dari situ, langkah mitigasi bisa disusun lebih matang,” ujarnya, Rabu (26/6).

Baca Juga:   Pandemi Tak Halangi Proses Pendidikan di Unud 

Menurut Wahyudi, pendekatan teknologi ini mengubah pola pelayanan dari yang bersifat reaktif menjadi prediktif dan proaktif. Harapannya, layanan dapat tetap optimal di seluruh area, baik di terminal, sisi udara, maupun sisi darat.

Untuk mengawal kelancaran operasional, bandara juga akan mengoptimalkan fungsi Airport Operation Control Center (AOCC). Pusat kendali ini melibatkan koordinasi lintas instansi, mulai dari AirNav, Imigrasi, Bea Cukai, Balai Karantina Kesehatan, BMKG, hingga tim ground handling. “Dengan kehadiran perwakilan instansi di AOCC, proses koordinasi lebih cepat, respons lebih efisien, dan integrasi pelayanan lebih kuat,” imbuh Wahyudi.

Baca Juga:   Masyarakat Padati Festival Imlek Tabanan, Bupati Sanjaya Tegaskan Harmoni Nusantara Hidup Nyata di Lumbung Pangan Bali

Upaya lain yang dilakukan manajemen bandara termasuk memastikan kelayakan fasilitas, pengawasan di titik-titik layanan seperti check-in, pemeriksaan keamanan, pengelolaan bagasi, hingga proses boarding. Pengaturan lalu lintas kendaraan di area bandara juga diperketat untuk mendukung kelancaran arus penumpang.

Bandara I Gusti Ngurah Rai memproyeksikan akan melayani 1,67 juta penumpang dan 9.884 pergerakan pesawat selama periode 23 Juni hingga 14 Juli 2025. Puncak trafik diperkirakan terjadi pada 6 Juli 2025, dengan 78.000 penumpang dan 460 penerbangan dalam satu hari. “Tren kenaikan sudah terlihat dalam 10 hari terakhir. Angka harian naik dari rata-rata 61 ribu menjadi 70–78 ribu penumpang,” ungkap Wahyudi.

Baca Juga:   Pemerintah Mulai Tata Kawasan Kota Tabanan, Pedagang Pasar Senggol Digeser Sementara

Peningkatan jumlah penumpang juga diprediksi berlanjut hingga Agustus seiring datangnya libur musim panas (summer holiday) internasional. Untuk memberikan pengalaman lebih, bandara akan menghadirkan thematic event yang meriah. “Kami ingin memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan di bandara. Akan ada berbagai aktivitas menarik dan suasana yang berbeda dari biasanya,” pungkas Wahyudi.

Melalui kolaborasi lintas instansi, pemanfaatan teknologi, serta program hiburan, Bandara I Gusti Ngurah Rai berharap dapat mendukung peningkatan pariwisata Bali dan memastikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jasa. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini