Layani 24,1 Juta Penumpang Sepanjang 2025, Bandara Ngurah Rai Tingkatkan Fasilitas dan Layanan Bertaraf Dunia

0
96
Bandara Ngurah Rai
Bandara Ngurah Rai. (ist)

balibercerita.com —
Arus penumpang yang terus meningkat menempatkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, bandara kebanggaan Bali ini melayani sebanyak 24,1 juta penumpang, sebuah capaian yang menegaskan perannya sebagai gerbang utama pariwisata nasional dan internasional.

Tingginya trafik tersebut mendorong PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara untuk melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari pembenahan fasilitas hingga peningkatan kualitas layanan, demi menjaga kenyamanan dan pengalaman terbaik bagi seluruh pengguna jasa.

Upaya peningkatan dilakukan secara menyeluruh, mencakup revitalisasi area terminal, penataan estetika, serta penambahan berbagai fasilitas pendukung. Pembenahan ini diarahkan untuk menciptakan suasana bandara yang lebih nyaman, modern, dan representatif sebagai wajah Bali di mata dunia.

Baca Juga:   Penataan Pantai Kuta Masuk Bali Beach Conservation Project Phase II

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati menyampaikan bahwa transformasi layanan merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan bandara dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin berkualitas. “Sejumlah perubahan dan penambahan fasilitas kini sudah dapat langsung dirasakan penumpang, seperti penyediaan hand baggage trolley, baby stroller, penambahan kursi yang dilengkapi charging station, kios self check-in, hingga peningkatan kapasitas dan kecepatan Wi-Fi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga memperbarui sistem informasi penumpang. Penunjuk arah atau signage di terminal domestik dan internasional kini disajikan dalam empat bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, dan terbaru Bahasa Arab. Langkah ini diambil untuk memudahkan mobilitas penumpang dari berbagai negara.“Dengan volume penumpang yang tinggi, kami memastikan seluruh layanan tetap berjalan optimal dan inklusif bagi semua kalangan,” lanjut Nugroho.

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Pimpin Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

Peningkatan kualitas layanan ini juga menjadi bagian dari kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam mengikuti World Airport Awards yang diselenggarakan oleh Skytrax, ajang bergengsi yang menjadi tolok ukur kualitas bandara dunia.

“Partisipasi dalam penilaian Skytrax menjadi momentum penting bagi kami untuk mengukur kualitas layanan secara objektif, langsung dari penilaian pengguna jasa. Saat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai berada di peringkat 72 dari 171 bandara dunia, dan kami optimistis dapat meningkatkan posisi tersebut tahun ini,” jelasnya.

Baca Juga:   BATCH, Terobosan Diskominfo Badung untuk Dekatkan Pemerintah dengan Generasi Muda

Untuk mendukung proses penilaian, pihak bandara juga mengajak masyarakat dan pengguna jasa berpartisipasi aktif dalam survei kepuasan Skytrax. Masukan dari penumpang dinilai sangat penting sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. “Kami berharap dukungan seluruh masyarakat agar Bandara I Gusti Ngurah Rai terus berkembang dan mampu memberikan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan penumpang,” pungkas Nugroho.

Sebagai informasi, World Airport Awards oleh Skytrax telah berlangsung sejak 1999 dan dikenal sebagai penghargaan independen paling bergengsi di industri kebandarudaraan global. Penilaian dilakukan berdasarkan lebih dari 330 indikator, meliputi desain dan tata letak terminal, kenyamanan, kebersihan, fasilitas, hingga kualitas layanan petugas bandara. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini