Pantai Les, Pintu Pesona Desa Wisata Berprestasi Berkonsep Green Ecotourism di Buleleng

0
218
Pantai Les
Suasana Pantai Les. (BC5)

balibercerita.com –
Pantai Les di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, menjadi wajah utama pesona desa wisata pesisir timur Bali. Hamparan batu hitam yang khas, laut biru yang tenang, serta panorama matahari terbit menjadikan Pantai Les sebagai daya tarik alam yang kuat sekaligus pintu masuk mengenal kekayaan wisata Desa Les secara utuh.

Berbeda dengan pantai berpasir putih, Pantai Les menawarkan karakter alami dengan bebatuan vulkanik yang berpadu dengan laut jernih. Di pagi hari, siluet perahu jukung nelayan tuna tampak berjejer di bibir pantai, menghadirkan lanskap pesisir yang autentik dan menenangkan. Kondisi perairan yang relatif tenang menjadikan kawasan ini ideal untuk wisata bahari.

Baca Juga:   Masterplan Penataan Pantai Bingin Dinanti, Warga Dorong Jadi Daya Tarik Wisata

Daya tarik Pantai Les semakin lengkap dengan potensi snorkeling dan diving. Sejumlah spot seperti Dragon Side dan Les Paradise dikenal memiliki terumbu karang yang masih terjaga serta keanekaragaman biota laut. Keindahan bawah laut inilah yang menjadikan Pantai Les sebagai magnet bagi wisatawan pencinta wisata bahari dan alam.

Pantai Les juga menjadi ruang hidup tradisi masyarakat pesisir, salah satunya aktivitas petani garam tradisional. Di sepanjang pantai, wisatawan dapat menyaksikan langsung proses pembuatan garam menggunakan palungan kayu. Aktivitas ini tidak hanya memperkaya daya tarik visual pantai, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata berbasis budaya dan edukasi.

Baca Juga:   Nuanu Creative City Hadirkan Perayaan Imlek 2026 dengan Konsep Mikro Festival Budaya

Sebagai bagian dari Desa Wisata Les, kawasan Pantai Les dikembangkan dalam konsep green ecotourism yang menekankan keseimbangan antara alam, budaya, dan ekonomi masyarakat. Konsep Nyegara Gunung menjadi landasan pengelolaan wisata, menghubungkan potensi laut dengan kehidupan daratan secara berkelanjutan.

Selain wisata bahari, Desa Wisata Les menawarkan ekowisata dan wisata edukasi, mulai dari pengelolaan sampah melalui TPST hingga pembelajaran pembuatan produk lokal seperti gula lontar, madu kele, dan arak tradisional. Seluruh aktivitas wisata dirancang agar wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami nilai pelestarian lingkungan dan kearifan lokal.

Berbagai prestasi nasional turut memperkuat citra Desa Wisata Les. Pada 2024, Desa Les meraih predikat Desa Wisata Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Desa ini juga menyabet juara I Trisakti Tourism Award 2025 kategori Wisata Kuliner serta memperoleh Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan.

Baca Juga:   Legong Kreasi "Manohara" Dipentaskan di PKB

Dengan Pantai Les sebagai daya tarik utama, Desa Wisata Les terus mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Keindahan pantai, kekayaan bawah laut, tradisi pesisir, serta prestasi nasional berpadu menjadikan Pantai Les bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga cermin keberhasilan desa dalam menjaga alam dan budaya di tengah perkembangan pariwisata. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini