Kuliner Baru di Dalung Permai, Lawar Kambing Gachoor Hadir dengan Bumbu Rahasia

0
22
Lawar kambing
Tampilan paket super dari Lawar Kambing Gachoor di perumahan Dalung Permai, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara. (ist)

balibercerita.com –
Pecinta kuliner di kawasan Dalung Permai, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, kini punya pilihan baru untuk berburu menu khas Bali. Lawar Kambing Gachoor hadir menawarkan sajian lawar kambing yang dipadukan dengan sate lilit dan gulai, sekaligus membawa konsep kuliner yang menyasar pelanggan dengan pilihan harga terjangkau.

Warung yang berlokasi di blok YY, Banjar Blubuh Sari, Dalung Permai ini terbilang masih baru. Usaha tersebut mulai dirintis sekitar Mei 2026, setelah pemiliknya melihat peluang kuliner yang belum banyak tersedia di kawasan perumahan tersebut.

Ide membuka Lawar Kambing Gacoor bermula dari ajakan seorang teman untuk membangun usaha bersama. Saat itu, pemilik sebenarnya masih bekerja jauh sehingga tidak memungkinkan untuk mengelola warung secara penuh.

“Tapi saya tidak bisa ngontrol, soalnya saya kerja jauh, saya bilang gitu ya. Tidak apa-apa dia bilang gitu, entar aku yang bantu kamu untuk ngurus itu,” ujar Pemilik Warung Lawar Lambing Gachoor, Ayu Lasmini

Baca Juga:   Black Cherry Ingin Tetap Eksis dengan Genre Folk Rock

Sebelum membuka Lawar Kambing Gacoor, Ayu lebih dulu menjalankan usaha kuliner dengan konsep franchise. Mie Gachoor telah dijalankan sekitar dua tahun dan sebelumnya berjualan di sebuah food court Dalung Permai.

Setelah itu pada Mei 2026, dirinya mendapatkan lokasi baru di Dalung Permai. Muncullah keinginan untuk tidak hanya menjual mie dan bakso. Apalagi, pemilik yang memang memiliki ketertarikan terhadap kuliner melihat adanya celah yang bisa dikembangkan.

“Saya pikir kalau cuma mie sama bakso kayaknya kurang ini ya kurang masuk, kebetulan di Dalung tidak ada yang namanya lawar kambing. Akhirnya kakak saya yang ngebantu men-support semua, tempatlah apa, seperti meja-meja,” ungkapnya.

Pilihan lawar kambing bukan tanpa alasan, terlebih di kawasan Dalung Permai belum ada usaha tersebut. Untuk itu warung lawar kambing pun dinilai berpeluang diterima oleh pasar. Selain itu wanita asal Penarukan, Kabupaten Buleleng ini pun memang merupakan pecinta kuliner.

Baca Juga:   Bali Rockin Blues Festival Kolaborasi dengan Sanur Village Festival 2025

“Karena saya suka makan lawar kambing. Saya lihat daerah Dalung belum ada. Iya di perumahan ini terutama belum ada,” paparnya.

Untuk menjaga cita rasa, Ayu menerangkan, Lawar Kambing Gachoor memiliki seorang chef yang bertugas meracik bumbu. Menariknya, chef tersebut masih merupakan bagian dari keluarga pemilik usaha.

Salah satu yang menjadi pembeda adalah penggunaan bumbu khusus berwarna hitam. Bumbu tersebut diberi nama bumbu kele dan digunakan sebagai penguat rasa selain basa genep yang umum dikenal dalam masakan Bali.

“Jadi itu penguat rasa selain basa genep ya kalau orang Bali bilang ya, kita namai bumbu kele. Eh itu nggak tahu saya bahannya kan chefnya yang buat. Rahasia. Itu penguat, dalam artian penguat biar ndak cepat basi,”

Baca Juga:   Ketut Suryanto Juarai Bartender Speed and Accuracy Challenge Seri Kedua

Dari sisi harga, menu yang ditawarkan juga dibuat dalam beberapa pilihan. Salah satunya Paket Gachoor dengan harga Rp27 ribu, berisi nasi lawar, dua sate lilit dan gulai. Sementara bagi pelanggan yang ingin menikmati menu lebih lengkap, tersedia paket super dengan harga Rp50 ribu. Dalam paket tersebut, nasi, gulai, dua sate lilit, sate kambing, dan lawar disajikan secara terpisah.

Ke depan, Lawar Kambing Gacoor juga berencana memperluas pilihan menu. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah tipat kuah dengan kuah khas Singaraja. Menu tersebut nantinya tidak hanya menggunakan kambing, tetapi juga akan dipadukan dengan pilihan ayam.

“Rencananya bulan-bulan mungkin mungkin rilis bulan-bulan ini lah kurang lebih. Jadi supaya orang-orang juga terjangkau. Tidak semua orang mau makan sekali makan Rp50 ribu, sekali makan Rp100 ribu, jadi biar terjangkau,” imbuhnya. (BC9)