balibercerita.com –
Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polda Bali dalam mengungkap kasus penculikan dan dugaan mutilasi yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina di Bali.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan menegaskan, sejak hari pertama mencuatnya kasus tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kepolisian. “Sejak hari pertama kami sudah berkoordinasi dan mendukung pelaksanaan tugas kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Utamanya kami mendukung data-data yang dibutuhkan untuk pengungkapan kasus ini,” ujar Bugie pada Selasa (3/3).
Ia menjelaskan, Imigrasi Ngurah Rai secara khusus menugaskan sejumlah personel untuk berkolaborasi langsung dengan tim Polda Bali. Dukungan tersebut terutama dalam penyediaan data perlintasan dan izin tinggal para tersangka. “Kami sudah intens berkomunikasi, memberikan data yang dibutuhkan terkait perlintasan dan izin tinggal dari tersangka tersebut. Kami juga membantu melakukan pengawasan di perlintasan, sehingga apabila beberapa DPO yang sudah kami kantongi datanya melintas, bisa langsung kami amankan dan serahkan ke Polda Bali,” tegasnya.
Berdasarkan pemantauan sementara, terdapat sekitar empat orang yang terdeteksi melakukan perlintasan. Dari jumlah tersebut, sebagian telah keluar wilayah Indonesia, sementara lainnya masih dalam tahap pencarian dan diduga masih berada di Indonesia.
Meski demikian, Bugie menegaskan pihaknya belum dapat membeberkan data detail terkait identitas maupun pergerakan yang bersangkutan, guna menghindari potensi hambatan dalam proses penyelidikan yang masih berjalan. Imigrasi Ngurah Rai memastikan akan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan di seluruh titik perlintasan internasional, sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bali. (BC5)

















