balibercerita.com –
Kualitas layanan digital menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Badung. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung mulai menyusun berbagai langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari upaya mendukung visi Bupati Badung mewujudkan pariwisata berkualitas.
Kepala Diskominfo Badung, Ketut Gede Arta mengatakan, transformasi digital menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik, informasi, komunikasi, dan layanan digital yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun wisatawan.
“Visi Pak Bupati adalah mewujudkan pariwisata berkualitas. Kalau kami di kominfo menerjemahkan visi itu melalui penguatan infrastruktur dan transformasi digital. Kami berharap teknologi bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pelayanan informasi, komunikasi, dan layanan digital di Pemerintah Kabupaten Badung,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, berbagai program telah dan akan terus dikembangkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk mewujudkannya, Diskominfo Badung aktif melakukan koordinasi lintas sektor guna meningkatkan, mengembangkan, sekaligus memperbaiki berbagai layanan yang ada.
Salah satu fokus yang tengah dibahas adalah pengembangan jaringan free WiFi di sejumlah titik strategis yang banyak diakses masyarakat dan wisatawan. Program tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan digital sekaligus mendukung kenyamanan destinasi wisata di Badung.
“Sekarang ada layanan access point yang banyak digunakan masyarakat dan wisatawan. Ini sedang kami diskusikan agar bisa dikembangkan dan jangkauannya diperluas. Mudah-mudahan dalam waktu yang relatif dekat dapat segera direalisasikan,” katanya.
Selain mendukung sektor pariwisata, Diskominfo juga mulai mengambil peran dalam penguatan program Pengolahan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) yang saat ini menjadi program prioritas penanganan sampah di Kabupaten Badung. Arta menjelaskan, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah mulai diterapkan di sejumlah wilayah, termasuk proyek yang akan segera diluncurkan di kawasan Bualu.
Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung guna mencari bentuk kontribusi teknologi yang dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah dari sumbernya. “Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan DLHK terkait kontribusi apa yang bisa didorong dari sisi teknologi untuk memperkuat PSBS. Karena penanganan sampah tidak hanya membutuhkan keterlibatan masyarakat, tetapi juga dukungan teknologi yang tepat,” jelasnya.
Di sisi lain, Diskominfo juga menyiapkan pengembangan Command Center Badung agar berfungsi lebih optimal sebagai pusat layanan terpadu daerah. Ke depan, fasilitas tersebut tidak hanya digunakan untuk mengelola pengaduan masyarakat melalui kanal Kontak Bupati, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan lintas perangkat daerah.
“Kenapa disebut command center, karena semua layanan nantinya diharapkan bisa terpusat di sana. Bukan hanya layanan pengaduan, tetapi juga layanan-layanan terpadu lainnya. Saat ini kami sedang melakukan komunikasi dan koordinasi lintas sektor agar bisa disinergikan,” ungkapnya.
Dengan penguatan infrastruktur digital, perluasan akses internet publik, integrasi layanan melalui command center, hingga dukungan teknologi dalam pengelolaan sampah, Diskominfo Badung menargetkan transformasi digital mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan pelayanan publik yang modern sekaligus mendukung daya saing pariwisata Badung di masa depan. (BC5)



















