Banyuwangi, balibercerita.com –
Upaya pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di rute Ketapang – Gilimanuk terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Hingga Jumat (4/7) pukul 16.00 WIB, pencarian masih belum membuahkan hasil.
Operasi pencarian yang memasuki hari kedua (H+2) ini melibatkan unsur dari laut, udara, hingga darat. Tim SAR melakukan penyisiran di wilayah perairan Selat Bali, mulai dari sisi utara hingga selatan. Tiga tim rescue udara (SRU) juga dikerahkan untuk menyisir wilayah dari arah utara ke selatan. Di sisi lain, tim darat memantau seluruh garis pantai Selat Bali dari Ketapang, Banyuwangi hingga Gilimanuk, Bali.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, menyampaikan bahwa operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Namun, hingga sore hari belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. “Kendala utama yang kami hadapi adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Angin cukup kencang dan gelombang laut relatif tinggi, sehingga menghambat visibilitas serta pergerakan tim di lapangan,” ungkap Eko.
Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi, cuaca di wilayah perairan Selat Bali dilaporkan hujan ringan, dengan kecepatan angin berkisar 4 – 14 knots dari arah selatan ke barat daya. Ketinggian gelombang mencapai 0,4 – 1,25 meter dan kecepatan arus laut berkisar 0,86 – 2,06 m/s ke arah selatan. Jarak pandang visibility dari 10 Km berkurang sampai dengan 3 Km.
Dalam operasi kali ini, puluhan unsur SAR turut dikerahkan. Beberapa di antaranya berasal dari Kantor Pusat Basarnas, Kantor SAR Surabaya dan Denpasar, Lanal Banyuwangi dan Gilimanuk, Puspenerbal, Ditpolairud Polda Jatim dan Bali, serta sejumlah instansi terkait seperti ASDP Ketapang, Syahbandar Gilimanuk, BPBD, TNI, Polri, hingga komunitas nelayan lokal.
Adapun alat utama (alut) SAR yang digunakan mencakup helikopter Basarnas Dauphin HR 3606, helikopter Ditpolairud, helikopter Bali Air, KRI Tongkol 517, KRI Teluk Ende 813, KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, hingga kapal cepat milik Satpolairud, dan KPLP. Sejumlah kapal pengawas dan perahu karet juga dikerahkan guna memperluas jangkauan pencarian. (BC5)
















