Denpasar, balibercerita.com –
Lalu lintas pesawat kepala negara dan delegasi KTT G20 yang datang ke Bali berdampak pada meningkatnya konsumsi avtur di 4 bandara yang berada di bawah naungan Angkasa Pura I. Adapun 4 bandara dimaksud yaitu Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional Pulau Lombok dan Bandara Internasional Banyuwangi. Dari keempat bandara itu, satu bandara merupakan jalur kedatangan utama via udara dan 3 bandara pendukung.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani menerangkan, lonjakan signifikan konsumsi avtur paling tinggi terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Bandara kebanggaan Bali ini menjadi tempat kedatangan utama pesawat peserta KTT G20. Sedangkan 3 bandara lainnya menjadi bandara pendukung, yaitu menjadi tempat parkir pesawat kepala negara KTT G20 pascamendarat di Bali. “Selama periode event G20, konsumsi avtur di 4 bandara itu secara total meningkat dari konsumsi normal,” ucapnya.
Dipaparkannya, konsumsi normal pada 4 bandara dimaksud, berada pada angka 1.819 KL per hari. Ketika gelaran KTT G20, konsumsi itu melonjak mencapai 2.149 KL per hari. Kenaikan terbesar terjadi di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sebesar 29 persen, dibandingkan dengan kondisi normal harian pada masa setelah pandemi. Pada saat kondisi pandemi konsumsi avtur sekitar 300-an KL per hari, namun pada saat KTT mencapai 1000-an KL per hari.
Sementara, pada 3 bandara pendukung lainnya, rata-rata peningkatan terjadi sebanyak 18 persen. Pada posisi kedua ditempati oleh Bandara Internasional Juanda, kemudian Bandara Internasional Pulau Lombok, dan Bandara Internasional Banyuwangi. Peningkatan tersebut, dipengaruhi oleh adanya pesawat delegasi kenegaraan. Termasuk pula di antaranya pesawat-pesawat supporting flight yang turut hadir. (BC5)



















