Dukung Operasi Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan Ekstrem El Nino, PMI Bali Diapresiasi Jusuf Kalla

0
1
PMI
Suasana Apel Siaga Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino. (ist)

balibercerita.com –
Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat kesiapan menghadapi dampak kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino melalui Apel Siaga Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino yang digelar secara hybrid pada Selasa (30/6). Apel yang digelar oleh PMI Pusat ini diikuti peserta dari wilayah Jakarta secara langsung, sedangkan PMI provinsi di seluruh Indonesia bergabung secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih akan berlangsung hingga Mei tahun depan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan di berbagai daerah sehingga diperlukan langkah antisipatif sejak dini.

“Kekeringan memiliki dua dampak utama yaitu terhadap sektor pertanian dan kemanusiaan. PMI akan fokus pada penanganan dampak kemanusiaan, terutama penyediaan air bersih untuk kebutuhan memasak, minum, mencuci, dan mandi,” ujar Jusuf Kalla usai memimpin apel di Gudang Logistik PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).

Baca Juga:   Lonjakan Pernikahan di Maret, Program Semara Ratih Tabanan Diserbu Ratusan Pasangan

Untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut, PMI menyiapkan 400 armada mobil tangki air yang terdiri atas 200 unit berkapasitas besar dan 200 unit berkapasitas kecil. Armada berukuran kecil akan difokuskan melayani wilayah perkotaan yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan sejumlah daerah terdampak lainnya.

Dalam penyaluran bantuan, PMI menggandeng rumah-rumah ibadah sebagai titik distribusi air bersih kepada masyarakat. Skema tersebut dinilai mampu mempercepat penyaluran sekaligus memastikan bantuan diterima secara tertib dan merata.

Baca Juga:   Jelang Nyepi, LPD Desa Adat Bebandem Salurkan Bantuan untuk Sembilan Sekaa Teruna

“Air akan disalurkan hingga ke rumah ibadah, kemudian pengurus setempat yang membagikannya kepada masyarakat. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan distribusi dari rumah ke rumah,” katanya.

Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa distribusi air bersih di beberapa wilayah telah dimulai, sementara kesiapan armada dan logistik telah dilakukan sejak bulan sebelumnya sebagai langkah menghadapi potensi dampak El Nino.

Pada kesempatan tersebut, Jusuf Kalla turut menyapa jajaran PMI Provinsi Bali yang mengikuti kegiatan secara daring bersama PMI dari berbagai provinsi lainnya. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PMI Provinsi Bali atas kesiapsiagaan dalam mendukung Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino.

Baca Juga:   Pegadaian Kanwil VII Denpasar Lepas 250 Pemudik dalam Program "Mudik Aman Berbagi Harapan" 2026

PMI Provinsi Bali mengikuti apel secara daring yang diikuti Wakil Ketua PMI Provinsi Bali, IGM Arya Wisnu Mataram, Ketua Bidang PMR dan Relawan Agus Tangkas, Kepala Markas, serta jajaran staf PMI Provinsi Bali. Sebagai bagian dari kesiapsiagaan operasi, PMI Provinsi Bali menyiagakan empat unit truk tangki, armada ambulans, serta berbagai sarana dan prasarana pendukung. Layanan yang disiapkan meliputi distribusi air bersih, pelayanan ambulans, hingga kampanye promosi kesehatan dan edukasi kesiapsiagaan menghadapi kekeringan.

Melalui operasi kemanusiaan ini, PMI berharap masyarakat yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih, selama musim kemarau dan fenomena El Nino masih berlangsung. (BC10)