Bantuan Gempa NTT Mengalir, Ribuan Paket Sembako dan Logistik BNPB Dikirim ke Wilayah Terdampak

0
5
Gempa NTT
Bantuan sembako yang disiapkan untuk masyarakat terdampak gempa NTT. (ist)

balibercerita.com –
Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Pemerintah pusat mengerahkan logistik melalui jalur udara, darat hingga laut untuk memastikan kebutuhan dasar warga, terutama para pengungsi, segera terpenuhi.

Salah satu dukungan datang dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berupa 4.925 paket sembako yang dikirim menggunakan pesawat Hercules ke sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 1.725 paket tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (16/8). Dari jumlah tersebut, 1.000 paket akan disalurkan untuk masyarakat terdampak di Sikka dan 725 paket untuk Kabupaten Ende.

Sementara itu, 3.200 paket lainnya tiba di Labuan Bajo. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada dan Nagekeo. Total 4.925 paket tersebut merupakan bagian dari rencana distribusi 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah NTT.

Baca Juga:   Jelang Galungan, Desa Adat Pecatu Perkuat Tradisi Berbagi Lewat Penyaluran 66 Ton Beras

Dengan demikian, masih terdapat 45.075 paket yang akan dikirim secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Pengiriman melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat rantai pasok bantuan, terutama ke wilayah yang membutuhkan penanganan segera.

Selain bantuan sembako dari pemerintah pusat, BNPB juga memobilisasi berbagai logistik dan peralatan penanganan darurat dari gudang logistik BNPB di Flores Timur. Bantuan itu ditujukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang rumahnya rusak maupun mereka yang terpaksa mengungsi akibat gempa.

Baca Juga:   Pegadaian Kanwil VII Denpasar Lepas 250 Pemudik dalam Program "Mudik Aman Berbagi Harapan" 2026

Distribusi bantuan tidak berhenti di wilayah yang mudah dijangkau. BNPB bersama unsur terkait juga berupaya menembus wilayah kepulauan, termasuk Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Untuk menjangkau masyarakat di pulau tersebut, bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal atau perahu. Moda transportasi ini dipilih karena akses darat tidak tersedia dan kondisi pascagempa menjadi tantangan dalam mobilisasi logistik.

Penggunaan jalur laut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap mendapatkan bantuan. Selain laut, jalur udara juga disiapkan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui transportasi darat.

Baca Juga:   Lonjakan Pernikahan di Maret, Program Semara Ratih Tabanan Diserbu Ratusan Pasangan

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan pentingnya mempercepat penanganan melalui pengaktifan posko di wilayah terdampak. Posko menjadi pusat koordinasi untuk pendataan, pencarian dan pertolongan, penanganan pengungsi hingga distribusi bantuan. “Pengaktifan posko di daerah terdampak penting agar pendataan, pencarian dan pertolongan, serta penanganan pengungsi dapat dilakukan secara terkoordinasi, terpadu dan efektif,” tegas Suharyanto.

Selain BNPB, sejumlah kementerian dan lembaga turut mengerahkan sumber daya untuk mendukung penanganan darurat. Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota terdampak agar bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (BC5)