Pemprov Bali Fasilitasi Donasi Warga untuk Korban Gempa NTT

0
7
Gempa NTT
Dewa Made Indra. (ist)

balibercerita.com –
Pemprov Bali membuka rekening donasi bagi masyarakat yang ingin membantu korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Donasi difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali melalui rekening Peduli Bencana.

Sekda Bali, Dewa Made Indra mengatakan, rekening tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat Bali yang ingin memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak gempa di Flores. “BPBD memfasilitasi masyarakat yang ingin memberikan donasi kemanusiaan. BPBD membukakan rekening Peduli Bencana,” kata Dewa Indra seusai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Renon, Denpasar, Senin (17/8).

Ia menegaskan, pembukaan rekening tersebut bukan berarti Pemprov Bali meminta bantuan kepada masyarakat. Fasilitas itu disediakan karena tidak semua masyarakat dapat menyalurkan bantuan secara langsung ke NTT. “Rekening ini bukan berarti BPBD atau Pemprov Bali minta bantuan. Pemprov Bali akan menyerahkan bantuan Pemprov secara langsung,” ujarnya.

Baca Juga:   Tiga Bibit Siklon Tropis Dipantau BMKG, Bali hingga NTT Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Dewa Indra memastikan seluruh dana masyarakat yang terkumpul akan diserahkan kepada pihak di NTT sesuai dengan jumlah yang diterima. Tidak akan ada potongan dari donasi tersebut. “Setelah selesai akan diumumkan berapa jumlah donasi yang masuk, lalu diserahkan kepada NTT dengan angka yang persis sama. Tidak ada beda satu rupiah pun,” tegasnya.

Masyarakat yang ingin berdonasi dapat menyalurkan bantuan melalui rekening resmi BPBD Bali melalui Bali Peduli Bencana pada BPD Bali dengan nomor rekening: 010.01.0501679-1. Selain membuka donasi, Pemprov Bali juga menyiapkan bantuan awal berupa logistik untuk masyarakat terdampak. Bantuan tersebut antara lain bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.

Namun, Dewa Indra mengatakan, jenis dan jumlah bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Karena itu, BPBD Bali ditugaskan melakukan asesmen terlebih dahulu. “Kita harus tahu dulu apa yang dibutuhkan. Bantuan kita harus sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Baca Juga:   Perubahan APBD Bangli 2025 Disepakati

Selain itu, Pemprov Bali telah mengutus lima personel tim kesehatan dan lima personel BPBD Bali menuju lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan logistik awal berupa bahan pokok dan beras sekaligus mengasesmen kebutuhan darurat di lapangan. Langkah ini diambil berdasarkan hasil koordinasi daring antara Gubernur Bali, Gubernur NTT, dan Gubernur NTB. Tim tersebut bertugas melihat kondisi korban, kebutuhan kesehatan, serta sumber daya yang tersedia di wilayah terdampak.

Hasil asesmen tersebut nantinya dilaporkan kepada Gubernur Bali melalui jajaran terkait untuk menentukan bentuk bantuan lanjutan, termasuk kebutuhan tenaga kesehatan apabila diperlukan. Pemprov Bali juga masih menelusuri kemungkinan adanya warga Bali yang menjadi korban atau berada di wilayah terdampak gempa Flores. Informasi tersebut diharapkan lebih lengkap setelah tim kesehatan dan BPBD tiba di lapangan. “Belum kita ketahui. Mudah-mudahan setelah tim kesehatan dan BPBD ke sana, informasinya akan lebih lengkap,” katanya.

Baca Juga:   Pemkab Badung Rencanakan Pembangunan TPA di Puspem

Penanganan bencana Flores juga telah dikoordinasikan oleh tiga provinsi di kawasan Nusa Tenggara. Gubernur Bali, Wayan Koster, Gubernur NTT, dan Gubernur NTB telah melakukan komunikasi secara daring untuk membahas situasi bencana dan langkah penanganan awal. “Gubernur Bali, Gubernur NTT, dan Gubernur NTB sudah komunikasi melalui Zoom. Saya ikut dalam komunikasi itu,” ungkap Dewa Indra.

Gubernur Bali, Wayan Koster dijadwalkan bertolak ke NTT setelah seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Keputusan mengenai besaran bantuan yang bersumber dari Pemprov Bali akan ditentukan setelah hasil asesmen BPBD diterima. “Jumlahnya juga belum tahu. Setelah BPBD melakukan asesmen, baru diketahui kebutuhannya apa dan berapa,” tutup Dewa Indra. (BC18)