Dinas Pertanian Tabanan Perketat Pencegahan Penyakit Menular pada Ternak Babi

0
0
Penyakit babi
Petugas UPTD puskeswan memberikan pendampingan kepada peternak di salah satu peternakan babi di Kabupaten Tabanan. (ist)

balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian bergerak cepat memperkuat upaya pencegahan penyebaran penyakit menular pada ternak babi. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman penyakit hewan, termasuk African swine fever (ASF), yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan menerbitkan Surat Edaran Nomor: 524/7215/PKH/Distan tentang Peningkatan Kewaspadaan Penyakit Menular pada Babi. Melalui surat edaran tersebut, para peternak diminta memperketat penerapan biosekuriti di lingkungan kandang.

Beberapa langkah yang diwajibkan antara lain membatasi keluar masuk orang, barang, dan kendaraan ke area peternakan, melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin, serta menghentikan penggunaan pakan swill atau sisa makanan dari hotel, restoran, dan katering untuk ternak babi.

Baca Juga:   Selama Karya IBTK, Tiga Pos Kesehatan Besakih Beroperasi Nonstop

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan meminimalkan risiko penyebaran penyakit yang dapat berdampak besar terhadap sektor peternakan. “Surat edaran ini berisi imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan dini, menerapkan biosekuriti di kandang dan segera melapor jika menemukan ternak babi dengan gejala sakit atau kematian mendadak,” ujarnya.

Dalam surat edaran itu juga ditegaskan larangan membuang bangkai babi secara sembarangan, baik ke sungai, lahan terbuka, maupun tempat pembuangan sampah umum. Bangkai ternak wajib dikubur agar potensi penularan penyakit dapat dicegah.

Baca Juga:   RSU Puri Raharja Buka Program MCU bagi Calon PMI

Selain itu, pemerintah melarang pemindahan babi sakit maupun babi mati ke luar wilayah. Peternak diminta segera melapor kepada petugas Puskeswan atau Dinas Pertanian apabila menemukan kematian ternak yang diduga akibat penyakit menular.

Tak hanya sebatas imbauan, Dinas Pertanian Tabanan juga mulai menyalurkan bantuan desinfektan kepada peternak di sejumlah desa. Bantuan tersebut diharapkan mendukung upaya penyemprotan kandang secara berkala guna menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan peternakan.

“Tindakan disinfektan ini merupakan bagian dari upaya preventif. Kami ingin memastikan para peternak memiliki sarana untuk menjaga kebersihan kandang dan memutus rantai penyebaran penyakit,” kata Ekayana.

Baca Juga:   Karantina Bali Tegaskan Tak Ada Pengiriman Sapi Betina ke Luar Pulau, Pengawasan Diperketat

Sementara itu, petugas UPTD puskeswan turut diterjunkan ke lapangan untuk memberikan pendampingan langsung kepada peternak. Edukasi yang diberikan meliputi pengenalan gejala penyakit, tata cara pelaporan, hingga penerapan pola pemeliharaan ternak yang aman dan sehat.

Dinas Pertanian juga meminta seluruh pihak terkait meneruskan informasi tersebut kepada para perbekel di masing-masing wilayah agar tingkat kewaspadaan masyarakat semakin meningkat. Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga populasi ternak babi di Kabupaten Tabanan sekaligus melindungi keberlangsungan ekonomi para peternak lokal. (BC13)