Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Hari Raya, TPID Badung Pantau Sentra Pertanian dan Peternakan

0
6
Stabilitas harga
Jajaran TPID Badung meninjau sejumlah sentra pertanian dan peternakan di Kabupaten Badung. (ist)

balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Badung bergerak cepat menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari raya Iduladha, Galungan, dan Kuningan. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkab Badung turun langsung meninjau sejumlah sentra pertanian dan peternakan guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman.

Peninjauan dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan, Anak Agung Sagung Rosyawati, serta Dirut Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Kompiang Gede Pasek Wedha. Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi lahan pertanian cabai, bawang merah, padi, hingga sentra peternakan sapi dan babi di wilayah Sading, Penarungan, Sangeh, Sobangan dan Bongkasa.

Agus Aryawan mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan daerah menjelang hari besar keagamaan. “Kami turun langsung untuk memastikan kesiapan produksi pangan strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat. Komoditas berupa beras, cabai, bawang merah, bawang putih, dan daging menjadi penyumbang utama inflasi, sehingga perlu dipastikan produksi dan stoknya tetap aman,” ujarnya.

Baca Juga:   Tren SUV Listrik Meningkat Seiring Kenaikan BBM dan Geopolitik

Dalam peninjauan itu, TPID juga melihat pengembangan bawang merah di Subak Guming, Desa Adat Penarungan. Pihaknya menilai potensi pengembangan hortikultura di kawasan tersebut cukup besar untuk menopang kebutuhan pangan Badung yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar daerah, terutama untuk cabai dan bawang.

Menurutnya, kebutuhan pangan di Badung terus meningkat seiring tingginya kebutuhan untuk wisatawan dan konsumsi masyarakat menjelang hari raya. Karena itu, dirinya mulai mendorong pengembangan sentra produksi pangan berbasis subak agar distribusi dan stok lebih terkendali. “Kami ingin ada sentra produksi cabai, bawang merah, maupun bawang putih dengan luas tanam yang memadai. Dengan begitu, ketahanan pangan daerah lebih kuat dan gejolak harga bisa ditekan,” katanya.

Baca Juga:   BRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Likuiditas Aman Saat Libur Nyepi dan Idul Fitri

Untuk menjaga harga tetap stabil di tingkat petani maupun masyarakat, Pemkab Badung juga menyiapkan pola contract farming bersama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana. Melalui pola ini, Perumda akan berperan sebagai offtaker hasil pertanian masyarakat.

Sementara itu, Direktur Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Kompiang Gede Pasek Wedha menambahkan, pihaknya siap memperkuat hilirisasi produk pertanian dan peternakan Badung agar memiliki kepastian pasar. “Kami ingin memastikan petani dan peternak mendapat harga yang layak, pembayaran yang pasti, dan akses pemasaran. Jadi dari hulu sampai hilir harus terintegrasi,” katanya.

Baca Juga:   Inflasi Bali Februari 2026 Naik 0,70%, Dipicu Lonjakan Permintaan Jelang Nyepi dan Idul Fitri

Ia juga menyebut komoditas cabai, bawang, sapi, dan babi menjadi sektor potensial yang bisa dikembangkan lebih besar di Badung. Terlebih kualitas ternak sapi Badung dinilai memiliki kualitas dan daya saing tinggi.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Agung Ngurah Raka Sukadana menyampaikan, pihaknya mulai menyiapkan dukungan teknis penanaman cabai di lahan sekitar 4 hektare di kawasan Subak Lepud. “Penanaman akan dilakukan mulai Agustus untuk mengantisipasi penurunan produksi saat musim hujan sehingga pasokan cabai tetap tersedia,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya berharap langkah peninjauan lapangan dan penguatan sentra produksi pangan ini mampu menjaga kestabilan harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak menjelang hari raya Iduladha, Galungan, dan Kuningan. “Intinya kita berkolaborasi untuk menjaga stok pangan dan menjaga kestabilan harga jelang hari raya,” imbuhnya. (adv)