Bupati Jembrana Apresiasi Toleransi Warga Saat Nyepi dan Idulfitri Berdekatan

0
65
Nyepi Idulfitri di Jembrana
Bupati Kembang Hartawan melepas parade mobil hias pada malam takbiran jelang Idulfitri di Yeh Sumbul, Mendoyo. (ist)

balibercerita.com –
Rangkaian perayaan Nyepi Caka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung berdekatan di Kabupaten Jembrana berjalan aman dan kondusif. Kondisi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, Minggu (22/3).

Menurutnya, situasi yang tertib dan khidmat mencerminkan tingkat toleransi serta kematangan sosial masyarakat yang semakin baik. Ia juga menilai perayaan dua hari besar keagamaan tersebut tidak hanya berlangsung lancar, tetapi juga diwarnai sikap saling mendukung antarumat beragama.

Baca Juga:   Puncak Palebon Ida Cokorda Pemecutan XI Sedot Perhatian Masyarakat

Bupati menyebut, kelancaran pelaksanaan tidak terlepas dari koordinasi dan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya. Sejumlah rapat koordinasi dan sosialisasi melibatkan tokoh agama, aparat, serta berbagai elemen masyarakat.

“Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda Jembrana, unsur pengamanan adat seperti pacalang, serta para pemuda yang tergabung dalam sekaa teruna maupun kelompok remaja masjid. Sinergi ini adalah kunci mengapa Jembrana tetap tenang dan nyaman bagi semua orang untuk beribadah,” ujar Kembang Hartawan.

Baca Juga:   Dari Ruang Kecil di Ubud, Difabel Mengubah Diri dan Lingkungan Sekitar

Ia juga menyoroti keterlibatan lintas komunitas dalam kegiatan budaya di Desa Air Kuning, yang dinilai mencerminkan harmoni sosial. Dalam kegiatan tersebut, seni rebana mengiringi ogoh-ogoh, sementara baleganjur turut hadir dalam malam takbiran.

“Apa yang kita lihat di Air Kuning adalah potret asli Jembrana. Perbedaan bukan menjadi pemisah, melainkan kekayaan yang saling melengkapi. Ketika dentuman Baleganjur bersambut dengan tabuhan Rebana, di sanalah letak kekuatan sosial kita,” tambahnya.

Baca Juga:   Berawal Dari Pawisik, Mangku Ketut Sudarsana Mulai Memijat Tradisional Sejak Umur 8 Tahun

Bupati berharap nilai kebersamaan dan toleransi tersebut dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. “Kekhidmatan yang kita rasakan tahun ini adalah warisan berharga untuk generasi mendatang. Mari kita jaga terus fondasi toleransi ini agar Jembrana selalu menjadi rumah yang damai bagi siapa saja, apapun latar belakangnya,” pungkasnya. (BC13)